detikcom

Mohon Penjelasan Prosedur Pembuatan Kartu ATM BNI

Tutut Boedyo Wibowo - suaraPembaca
Rabu, 31/10/2007 14:17 WIB
Jakarta - Saya kecewa dengan prosedur pembuatan kartu ATM BNI. Permasalahannya sebagai berikut. Kurang lebih satu minggu sebelum lebaran saya membuka rekening di Bank BNI Cabang Universitas Negeri Malang. Kemudian saya mengajukan untuk kartu ATM-nya, dan disarankan oleh petugasnya lebih baik mintanya di Bandung saja dikarenakan kartu ATM tidak bisa langsung jadi dan saya harus kembali ke Bandung untuk kuliah. Setelah habis lebaran saya minta kartu ATM di Bank BNI Cabang Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun, kata petugasnya kartu tersebut mintanya di BNI Cabang Universitas Negeri Malang. Saya mohon penjelasan Bank BNI mengenai masalah ini. Tutut Boedyo Wibowo Jl Ciumbuleuit 79F Gang Suhari Bandung galan@students.itb.ac.id 081311318809 (msh/msh)

Share:
Baca Juga



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?