detikcom

Siaran Metro TV Sempat Bagus dan Jernih

Abdul Haris - suaraPembaca
Senin, 03/03/2008 15:04 WIB
Jakarta - Di tempat saya sudah bertahun-tahun dengan menggunakan antena luar yang tinggi (4 m dari tanah) dapat menangkap siaran semua stasiun swasta dengan jelas, bersih, dan bening kecuali Metro TV. Namun, kami menganggap hal itu biasa (walaupun saya termasuk orang yang senang menonton acara Metro TV), dengan asumsi mungkin siaran Metro TV memang di tempat kami (daerah Purwomartani Dusun Tajem dan sekitarnya) sangat LEMAH pancaran siarannya.

Namun, pendapat itu berubah ketika pada tanggal 3 maret 2008 dari jam 6 pagi (yang saya sempat lihat) sampai jam 11 siang tiba-tiba siaran Metro TV sangat bagus dan jelas ditangkap antena tv kami (termasuk tv  kami yang berada di toko kami dengan radius 4 km dari rumah kami).

Namun, yang disayangkan setelah jam 11 siang gambar yang ditangkap menjadi jelek lagi dan hampir tidak bisa dilihat gambarnya. Akhirnya kami mempunyai kesimpulan siaran yang ditangkap seharusnya bagus (bukan kesalahan antena tv/atau wilayah kami).

Mungkin pihak Metro TV Yogya perlu menindaklanjuti hal ini. Agar tayangan Metro TV yang sempat diterima jelas di wilayah kami dapat JELAS seterusnya.

Abdul Haris
Perumahan Pertamina Purwomartani Blok N/12
Kalasan Sleman Yogyakarta
evo_komputer@yahoo.com
0274-7473310

(msh/msh)

Share:
Baca Juga



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?