detikcom

Hati-hati Mengambil Kredit HP dengan Adira

Ady Mulyady - suaraPembaca
Jumat, 02/05/2008 11:37 WIB
Jakarta - Saya dan istri merupakan pelanggan setia dari Adira. Hampir semua kami ambil melalui Adira, kecuali handphone (HP).

Pada akhir tahun kemarin istri saya memutuskan untuk mengambil HP melalui Adira dan pembayaran selalu tepat waktu. Namun, ketika bulan April kemarin terjadi keterlambatan karena istri saya salah membayarkan tagihan. Karena ada satu lagi tagihan yang nilai nominalnya sama.

Nah, dari situ kolektor Adira mulai meneror dengan SMS yang tidak sepatutnya
dikirimkan oleh sebuah perusahaan sebesar Adira. Kalau faksimili ke kantor sampai empat yang isinya sama (tidak sopan). Apakah tidak diajarkan tata cara surat menyurat seperti kartu kredit atau pinjaman yang lain.

Terus terang saya kecewa sekali dengan Adira karena kolektor Adira selain saat mengambil kredit HP ini sopan dan baik semua. Kenapa berbeda ya? Apakah beda perusahaan?

Semoga dengan ini Adira menjadi lebih baik. Terima Kasih.

Ady Mulyady
Jl KH Wahid Hasyim No 76 Jakarta Pusat
bedjo23@yahoo.com
08128216114
(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?