Jumat, 20/06/2008 09:46 WIB
Standard Chartered Bank Hanya Manis di Bibir Saja
Khusen Bakri - suaraPembaca
Jakarta -
Kekecewaan mulai timbul pada waktu itu saya ditelepon oleh Collector mengenai pembayaran cicilan Kredit Tanpa Agunan (KTA) Standard Chartered Bank (SCB) yang saya sudah melewati jatuh tempo sehingga pembayaran kena denda. Bagaimana saya mau membayar karena surat pemberitahuan untuk Nomor Acc KTA saja belum dikirim atau belum saya terima.
Pada saat itu saya diberi nomor rekening untuk pembayaran serta cara pembayarannya. Itu pun saya yang telepon ke Customer Service. Bulan Desember saya membayar berikut denda keterlambatan meskipun kesalahan bukan pada saya tapi pada pihak SCB.
Kekecewaan selanjutnya voucher Rp 1,500,000 dari Felice ternyata hanya bisa dipakai untuk membeli perhiasan dengan nominal tertentu. Padahal waktu Marketing menawarkan kepada saya bahwa voucher tersebut bisa buat membeli perhiasan dan bisa dijual lagi. Ternyata setelah saya tanyakan ke Felice perhiasan tersebut tidak bisa dijual kembali.
Kekecewaan selanjutnya janji cash back Rp 800,000 di bulan keenam sesuai dengan penawaran ke saya. Pada bulan keenam akan dapat potongan Rp 800,000. Jadi, tinggal membayar sisanya saja setelah dipotong Rp 800,000.
Namun, apa yang terjadi setelah saya membayar dari sisa dipotong Rp 800,000. Saya ditelepon terus oleh pihak Collector dan menanyakan pembayaran bulan Mei 2008. Saya sudah jelaskan tapi menurut SCB tagihan masih ada dan saya disarankan untuk menghubungi Customer Service.
Setelah saya menghubungi Customer Service mereka bilang bahwa cash back hanya diberikan kepada nasabah KTA yang tidak pernah telat membayar.
Pertama saya memang telat membayar di bulan pertama. Namun, hal itu tidak karena kesalahan saya. Saya juga pernah telat membayar. Namun, saya juga membayar berikut dendanya. Hal ini tidak diberitahukan atau diinformasikan oleh Marketing pada saat penawaran KTA.
Sungguh ini merupakan hal yang sangat menyesatkan. Ataukah memang ini sengaja dilakukan oleh pihak SCB sehingga saya dan mungkin nasabah KTA lainnya jadi korban KTA SCB.
Terakhir saya mau menutup KTA. Namun, setelah saya hubungi Customer Service apa yang telah saya bayarkan selama 6 bulan Rp 911,090 termasuk biaya ATM hanya mengurangi Rp 1,000,000 (satu juta rupiah).
Khusen Bakri
GSA Tangerang
Alamat lengkap dan nomor telepon ada di redaksi (msh/msh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :