detikcom

Mohon Penjelasan Tiket Terusan transjakarta

Riani - suaraPembaca
Kamis, 26/06/2008 08:47 WIB
Jakarta - Hari Rabu, 25 Juni 2008 pukul 18.30 saya memutuskan untuk menggunakan bis transjakarta sehabis dari kantor. Saya menuju halte bis Tosari. Pada saat saya membeli tiket saya katakan kepada petugas (seorang wanita tapi saya tidak bisa lihat namanya karena lampu yang tidak terang) bahwa saya hendak membeli tiket terusan yang bisa digunakan untuk feeder busway. Namun, apa yang terjadi?

Petugas wanita tersebut menjawab tidak tahu mengenai tiket terusan tersebut. Saya katakan bahwa tiket itu harganya 6,500 rupiah dan saya harus mendapat satu potongan kupon yang akan saya serahkan dalam feeder busway. Namun, sayangnya petugas wanita tersebut menjawab tidak tahu mengenai tiket terusan dan menyerahkan masalah ini kepada rekannya (seorang pria namun saya pun tidak bisa melihat nama di name tag mereka karena lampu yang remang-remang).

Petugas pria tersebut menunjukan kepada saya buku kupon feeder busway tersebut. Namun, ketika petugas pria tersebut membuka buku kupon itu kupon paling atas yang tersedia diselotip sehingga tidak bisa dirobek. Sementara itu, saya bersikeras bahwa saya mau membeli tiket terusan. Petugas wanita mengatakan bahwa lebih baik membeli tiket terusan tersebut di halte bis temat saya turun.

Akhirnya saya mengalah dan menerima tiket biasa yang harganya 3,500 rupiah. Namun, saya tetap menunggu tiket terusan tersebut karena si petugas pria terus mencoba melepas selotip yang melekat di kupon tersebut.

Saya bertanya kepada petugas pria tersebut mengapa saya tidak diberikan kupon yang bisa dirobek saja? Alasan yang dia berikan adalah bahwa kupon tersebut harus dirobek secara berurutan. Yang tidak masuk akal saya adalah mengapa petugas loket tiket tidak tahu mengenai produk yang mereka jual. Dalam hal ini tiket terusan dengan alasan karena orang jarang membeli tiket tersebut.

Pertanyaan berikutnya adalah mengapa tidak memberikan tiket yang bagus dan masih berlaku sementara tiket yang sudah diselotip bisa saja diserahkan kepada atasan yang bersangkutan dengan alasan sudah dilem. Atau memang petugas tersebut takut disangka menyalahgunakan fasilitas. Saya mohon penjelasan dari pihak transjakarta.

Riani
Plaza BBD Lt 26
Jl Imam Bonjol No 61 Jakarta Pusat 10310
rianisidjabat@gmail.com
0213908288

(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?