detikcom

Tidak Ingin Membeli Sepatu Donatello Lagi

Indah Noor Palupi - suaraPembaca
Selasa, 22/07/2008 13:39 WIB
Jakarta - Kebetulan kami sekeluarga senang menggunakan sepatu merk Donatello. Akhir tahun lalu kami bermaksud untuk membeli sepatu baru untuk saya dan suami. Satu bulan sebelumnya mertua dan anak saya juga baru membeli product Donatello.

Hari itu sudah larut. Maklum kalau membeli sepatu atau sandal harus yang benar-benar sreg di hati. Apalagi soal ukuran. Jadilah kami pembeli terakhir.

Jumlah yang akan dibeli sekitar Rp 500,000. Namun, tiba-tiba bagian kasir menegur kami dan mengatakan bahwa toko akan tutup. Saya dan suami benar-benar tersinggung dengan caranya menegur.

Kami hanya tinggal menunggu petugas mencari ukuran yang sesuai. Kami juga tidak ingin berlama-lama di sana.

Namun, apa yang dilakukan oleh kasir itu tidak seharusnya dilakukan pada pelanggannya. Seharusnya mereka dapat membantu kami bukannya malah mengusir kami dengan cara demikian. Sejak saat itu saya dan suami tidak ingin membeli Donatello lagi.

Semoga pihak Management Donatello dapat menyikapi hal ini. Agar tidak terulang pada pelanggan yang lain. Terima kasih.

Indah Noor Palupi
Permata Depok Regency B5/9 Depok Jawa Barat
indi_palupi@yahoo.com
081386732XXX


(msh/msh)

Share:
Baca Juga



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?