detikcom

Pemesanan Mini DV di Galeri BCA Membingungkan

Maria Handayani - suaraPembaca
Selasa, 05/08/2008 12:08 WIB
FOTO: /ist.
Jakarta - Saya adalah pemilik kartu kredit BCA atas nama saya sendiri Maria Handayani. Pada tanggal 17 Juni 2008 saya memesan Mini DV handycam DCR HC52E lewat merchandising BCA, berdasarkan catalog yang dikirim bulanan bersama billing statement kartu kredit.

Saya memesan lewat email: merchandising@bca.co.id. Dan di hari yang sama saya mendapat konfirmasi dari mereka. Kalau mereka menerima email pemesanan saya dan akan memprosesnya.

Pada tanggal 19 atau 20 Juli saya menelepon ke Halo BCA untuk menanyakan apakah aplikasi pemesanan saya disetujui atau tidak. Sebelumnya saya sudah mendapat konfirmasi dari merchandising BCA kalau barang yang saya pesan tersedia. Tetapi, mereka harus mendapatkan persetujuan terlebih dulu untuk pemesanan barang atas kartu kredit saya ini.

Saat itu saya tidak bisa mendapatkan informasi dari Halo BCA. Mereka bilang informasi ini hanya bisa didapatkan dari merchandising BCA. Sebelumnya
(saya tidak ingat persis tanggal dan harinya) saya pernah menelepon ke merchandising BCA juga. Untuk mengecek masalah approval ini. Tetapi, saya gagal mendapatkan informasi dengan alasan sistem mereka sedang offline.

Senin, tanggal 21 Juli 2008 saya kembali menghubungi merchandising BCA. Menanyakan status pemesanan Mini DV handycam saya. Orang yang saya ajak bicara mengaku namanya adalah Ikhsan. Menurut keterangan dia formulir pemesanan saya telah disetujui per 2 Juli 2008.

Barang akan dikirim ke alamat kantor saya (yang padahal di formulir pemesanan, saya meminta untuk dikirim ke alamat rumah saya) paling lama 3 minggu dari tanggal disetujuinya formulir pemesanan. Saya sempat protes dengan mengatakan kalau disetujui tanggal 2 Juli, 3 minggu seharusnya jatuh tanggal 21 Juli. Dan dia meminta saya untuk menunggu sampai 1 minggu ke depan lagi.

Pada tanggal 4 Agustus 2008 saya kembali menelepon merchandising BCA menanyakan status pengiriman barang yang saya pesan. Sudah sampai 1 bulan belum dikirim-kirim juga. Kali ini saya berbicara dengan yang namanya Reni. Saya menanyakan mengenai status pemesanan saya ini bagaimana. Kapan barang akan dikirim.

Reni juga menginformasikan tentang tanggal persetujuan formulir pemesanan adalah 2 Juli 2008. Karena ini sudah sebulan yang lalu Reni pun menanyakan pada saya apakah sebelumnya saya pernah mem-follow up pemesanan saya. Saya sangat tersinggung dengan pertanyaan dia karena ini adalah follow-up saya yang ke sekian kalinya untuk pemesanan barang Mini DV Handycam.

Saya sudah menghabiskan banyak tenaga dan waktu untuk mem-follow up hal seperti ini saja. Dan ternyata follow up saya yang sebelumnya tidak pernah dicatat! Saya terangkan juga kepada Reni kalau saya terakhir bicara dengan Ikhsan pada saat saya mem-follow up pemesanan. Tetapi, Reni malah menerangkan, kalau tidak ada yang namanya Ikhsan di bagian merchandising BCA.

Saya kaget bukan main. Maksudnya ini apa? Mau mempermainkan saya? Reni menanyakan apakah waktu saya mem-follow up itu ke bagian merchandising atau ke bagian kartunya (mungkin maksudnya Halo Bca). Saya tekankan sama dia kalau saya menelepon bagian merchandising karena seperti cerita saya di atas Halo BCA tidak bisa membantu untuk memberikan informasi mengenai status pemesanan barang lewat merchandising BCA.

Saya sungguh kecewa dengan kejadian ini. Kenapa proses pemesanan barang saja bisa sampai berbelit-belit seperti ini? Dan mengapa antara merchandising BCA dan Halo BCA seperti dua entity yang berbeda. Padahal bendera mereka sama, yaitu BCA. Sehingga saya merasa seperti dilempar-lempar pada saat mau mendapatkan informasi.

Saya hanya ingin tahu pastinya kapan Mini DV Handycam itu akan dikirim ke alamat rumah saya? Mohon konfirmasi dari pihak BCA atas permasalahan ini. Jangan hanya besar di nama saja tapi kualitas komunikasi internal mereka, pelayanan, dan sistem nol besar.

Maria Handayani
Kayumanis VIII/5 RT007 RW 07 Jakarta Timur
maria.handayani@siemens.com
08161379127

(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?