detikcom

Harga Vixion di Brosur dan Dealer Beda

axlFaris - suaraPembaca
Selasa, 26/08/2008 17:07 WIB
FOTO: /ist.
Jakarta - Setelah melihat brosur yang disebarkan oleh pihak dealer Yamaha di kota Jombang saya tertarik untuk membeli Motor Yamaha Vixion yang pada brosur tertera harga 19,4 Juta.

Kemudian pada keesokan harinya saya sempatkan mampir ke dealer Yamaha tersebut. Alangkah terkejutnya ketika mendengar bahwa harga motor itu mencapai 22 jutaan. Itu pun masih harus indent.

Saya ingin tanyakan apakah semua dealer menerapkan harga seperti itu. Karena pada kenyataannya ketika saya mencoba mencari ke dealer lain baik di wilayah Jombang maupun di wilayah Mojokerto bahkan Lamongan semua seolah "kompak" dengan harga tersebut.

Saya mohon pihak YMKI (Yamaha Motor Kencana Indonesia) sebagai pemegang ATPM merk Yamaha bisa menjelaskan akan perihal tersebut. Terima kasih.

axlFaris
Jl RE Martadinata 29 Jombang
axl_faris@yahoo.com
08563113833

(msh/msh)

Share:
Baca Juga



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?