detikcom

Harga Vixion di Brosur dan Dealer Beda

axlFaris - suaraPembaca
Selasa, 26/08/2008 17:07 WIB
FOTO: /ist.
Jakarta - Setelah melihat brosur yang disebarkan oleh pihak dealer Yamaha di kota Jombang saya tertarik untuk membeli Motor Yamaha Vixion yang pada brosur tertera harga 19,4 Juta.

Kemudian pada keesokan harinya saya sempatkan mampir ke dealer Yamaha tersebut. Alangkah terkejutnya ketika mendengar bahwa harga motor itu mencapai 22 jutaan. Itu pun masih harus indent.

Saya ingin tanyakan apakah semua dealer menerapkan harga seperti itu. Karena pada kenyataannya ketika saya mencoba mencari ke dealer lain baik di wilayah Jombang maupun di wilayah Mojokerto bahkan Lamongan semua seolah "kompak" dengan harga tersebut.

Saya mohon pihak YMKI (Yamaha Motor Kencana Indonesia) sebagai pemegang ATPM merk Yamaha bisa menjelaskan akan perihal tersebut. Terima kasih.

axlFaris
Jl RE Martadinata 29 Jombang
axl_faris@yahoo.com
08563113833

(msh/msh)

Share:
Baca Juga



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?