detikcom

Penjelasan Pengenaan Biaya Garuda Free Flight

Citawati - Senior Manager Customer Loyalty - suaraPembaca
Kamis, 11/09/2008 16:55 WIB
FOTO: /ist.
Jakarta - Sehubungan dengan keluhan Bapak Monang Jaya yang disampaikan melalui Suara Pembaca pada situs www.detik.com tanggal 3 September 2008 perihal Garuda GFF Free Flight Miss Lead, dengan ini kami sampaikan permohonan maaf sekiranya informasi-informasi yang pernah kami sampaikan khususnya yang terkait dengan ketentuan dan peraturan keanggotaan GFF kurang jelas atau tidak sampai kepada Bapak.

Informasi mengenai ketentuan di atas tercantum pada Buku Panduan Keanggotaan GFF yang pernah kami kirimkan ke alamat Bapak dan diterima oleh Sdr/i Nur pada tanggal 28 Januari 2008. Selain itu, ketentuan dan peraturan keanggotaan GFF juga dapat diakses secara online pada situs GFF http://gff.garuda-indonesia.com.

Perlu kiranya kami sampaikan kembali bahwa ketentuan untuk penerbitan Award Ticket adalah free 100% dari tarif tiket, di luar biaya lainnya termasuk pajak dan fuel surcharge. Pada syarat dan ketentuan GFF klausul 9.12 tertera "Saat menukarkan Award Miles menjadi Award Ticket atau Upgrade Award, anggota GFF dibebankan atas pembayaran rupa-rupa pajak bandara setempat, pajak negara tambahan, biaya asuransi, fuel surcharge, dan biaya tambahan lainnya".

Ketentuan ini telah kami terapkan sejak awal Program GFF terbentuk tahun 1999 dan hal ini merupakan sesuatu yang secara umum berlaku di Frequent Flyer Program, dalam bisnis penerbangan. Apabila Bapak memerlukan keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi GFF Center di nomor 021-6258118.

Akhirnya kami ucapkan terima kasih atas masukan Bapak yang berharga bagi kami dalam upaya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan setia kami.

Hormat kami,
PT. GARUDA INDONESIA (PERSERO)
SENIOR MANAGER CUSTOMER LOYALTY,
C I T A W A T I
Cc: JKTCR, JKTCRA, JKTDSKGA

(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?