detikcom

Tracking JNE Tidak Bisa Mengetahui Posisi Barang

Budi Mulyawan - suaraPembaca
Jumat, 14/11/2008 16:19 WIB
FOTO: /ist.
Jakarta - Pada tanggal 12 November 2008 saya mengirim paket berupa 1 unit handphone (HP) ke rekanan di Malang. Dari Jakarta dengan nomor AWB 1228906730008. Sehubungan dengan nama besar TIKI JNE (JNE) dan gencarnya promosi sistem tracking online dan kebutuhan barang diterima tepat waktu maka saya mempercayakan pengiriman tersebut kepada mereka langsung di kantor pusat JNE di Tomang Jakarta.

Saya memilih paket pengiriman YES (Yakin Esok Sampai) yang merupakan produk andalan TIKI JNE. Dengan harapan barang diterima tepat waktu dan dapat di-track secara online.

Namun, sampai saat ini tanggal 13 November 2008 jam 17:00 barang belum sampai juga kepada penerima. Dan sistem tracking yang ada hanya menampilkan status barang manisfested Jakarta. Saya telepon Customer Service mereka juga tidak bisa memastikan posisi barang ada di mana.

Bagaimana dengan promosi sistem tracking online yang TIKI JNE gembar-gemborkan. Sementara TIKI JNE tidak bisa mengetahui di mana posisi barang yang saya kirim. Selain itu yang sangat saya sesalkan adalah nama baik dan kredibilitas saya menurun di mata rekanan saya.

Budi Mulyawan
Jl Galursari Raya 18 Jakarta Timur
budi@mulyawan.com
0818698780

(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?