detikcom

Terima Kasih PLN Cabang Pondok Gede

Evan Hutajulu - suaraPembaca
Sabtu, 15/11/2008 10:44 WIB
Jakarta - Terima kasih saya ucapkan kepada PLN khususnya Cabang Pondok Gede yang telah merespon pengaduan gangguan listrik yang terjadi di rumah saya. Pada hari Kamis malam tanggal 13-11-08 saya melaporkan ke nomor telepon gangguan PLN 021 8488384 adanya penurunan voltase (kurang dari 220V) sehingga ada peralatan elektronik di rumah saya tidak berfungsi.

Dengan sigap petugas langsung datang melakukan perbaikan malam itu juga. Namun, karena ada kendala perbaikan diteruskan pagi harinya.

Hasilnya voltase di rumah saya sudah kembali normal. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak-bapak petugas gangguan listrik PLN Cabang Pondok Gede. Salut atas pelayanan anda.

Evan Hutajulu
Jl H Tekel No 27 RT 03/04
Kampung Pedurenan Jatiluhur Bekasi
evanh@telkom.co.id
021-82432374/ 021-70780799

(msh/msh)

Share:



Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi: sales[at]detik.com,
    Suara Pembaca Terbaru Index »
    OpiniAnda Index »
    • Senin, 17/06/2013 09:25 WIB
      Kiat Bercerai Dengan Rokok
      Bagi pecandu, merokok adalah obat mujarab untuk membunuh kesepian dan kecanduan, sebaliknya bagi sebagian orang dianggap membawa mudarat yang lebih besar daripada manfaat.
    ProKontra Index »

    Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

    Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
    Pro
    34%
    Kontra
    66%
    Poling Index »

    Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?