detikcom

Nikmatnya Pizza Hut Kota Wisata Tak Senikmat Layanannya

Yosep Nurhandi - suaraPembaca
Rabu, 17/12/2008 15:09 WIB
FOTO: /ist.
Jakarta - Pada hari Selasa, 16 Desember 2008 pada pukul 19.30 malam saya menggunakan layanan delivery Pizza Hut Kota Wisata Cibubur. Pesanan saya diterima oleh Sdri Tia melalui telepon. Setelah melalui proses verifikasi nomor telepon rumah yang ternyata sudah terdaftar dalam database di Pizza Hut Kota Wisata (terdaftar atas nama Sdri Lisa) setelah Sdri Tia menyebutkan alamat rumah dengan benar kemudian saya mulai melakukan pemesanan seperti pada biasanya.  

Sdri Tia kemudian mengkonfirmasi ulang pesanan yang saya pesan dan jumlah nominal yang harus saya bayar. Sebelum telepon ditutup tak lupa Sdri Tia berpesan bahwa pesanan akan siap sekitar 35 menit ke depan.

Pada pukul 21.00 pesanan tidak juga kunjung datang. Akhirnya saya memutuskan untuk menelepon kembali layanan delivery Pizza Hut Kota Wisata Cibubur yang diterima kembali oleh Sdri Tia. Beliau berpesan kalau pesanan sudah diantar sedari tadi. Saya bilang oke saya tunggu.

Setelah menunggu selama 30 menit ternyata pesanan belum juga diantar. Kembali saya telepon layanan delivery Pizza Hut Kota Wisata dan kembali diterima oleh Sdri Tia. Kali ini kembali saya tanyakan nasib dari pesanan Pizza yang saya pesan. Jawabannya tetap sama, "sudah diantar dari tadi, Pak".

Kembali saya berbicara dengan Sdri Tia, "kok, pesan dari jam 19.30 sampai sekarang belum sampai juga?" Tak lama kemudian telepon saya diberikan kepada karyawan Pizza lainnya dan kemudian dikembalikan lagi kepada Sdri Tia(sementara terdengar dari balik telepon Sdri Tia sedang sibuk berargumen dengan rekan kerja lainnya yang menanyakan pesanan saya dan data pesanan saya). Sdri Tia akhirnya kembali bicara bahwa dia mengatakan bahwa dia akan coba lacak dulu. Kemudian dia akan menelpon saya setelah melacak pesanan tersebut.

Sontak pada saat itu juga saya mengatakan kepada Sdri. Tia bahwa saya akan membatalkan saja pesanan saya tersebut. Apabila memang pesanan saya tidak diketahui rimbanya.

Kembali Sdri Tia akhirnya meminta saya menunggu di telepon (sementara itu
terdengar kembali dari balik telepon Sdri Tia sibuk berargumen kepada karyawan lainnya). Tak lama kemudian telepon diambil alih oleh Sdr Arief Assistant Manager Pizza Hut Kota Wisata. Beliau menjelaskan dan meminta maaf bahwa pesanan yang telah saya pesan sebelumnya ternyata dikirimkan ke alamat yang salah dan baru kembali pada saat saya menelepon jam 21.30.

Terus terang saya kecewa dengan pernyataan tersebut. Mana mungkin sih pesanan salah alamat. Sudah pasti di database Pizza Hut alamat saya tertulis jelas dan ini juga bukan pesanan pertama saya, dan satu hal yang membuat saya kecewa sekali adalah bukankah kalau salah alamat petugas delivery bisa mengkonfirmasi ulang lewat telepon ke kantor Pizza Hut atau ke telepon rumah saya?  

Akhirnya Pizza pun diantar ke rumah jam 22.00 dengan bonus permintaan maaf dari petugas delivery dan Assistant Manager. Maksud hati ingin menikmati Pizza dengan nikmat apa daya ternyata Nikmatnya Pizza Hut Kota Wisata Cibubur Tidak senikmat layanannya.

Yosep Nurhandi
Legenda Wisata Mozart G2/29
Jakarta Cibubur
nurhandi@gmail.com
0811132209

(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?