detikcom

Transaksi Flazz BCA Terjadi Tapi Gagal Terdebet

Harry Leo - suaraPembaca
Jumat, 09/01/2009 11:19 WIB
FOTO: /ist.
Jakarta - Pada tanggal 31 Desember 2008 saya bertransaksi di restoran Hoka Hoka Bento Kebun Kacang menggunakan Flazz BCA sebesar Rp 69,500. Sewaktu kartu diletakkan di mesin Flazz BCA, mesin memotong saldo yang ada di kartu tapi tidak memberikan laporan atau settlement ke restoran tersebut (bahkan sampai beberapa hari kemudian).

Tanggal 6 Januari 2009 saya mendatangi BCA Cabang Puri Niaga Sentra untuk menyelesaikan masalah ini dan mendapatkan keterangan dari Customer Service BCA dan ternyata kejadian ini sering terjadi dengan Flazz BCA. Padahal media ini boleh dibilang masih tergolong baru dan belum lama dipasarkan untuk umum dengan iklan yang menghebohkan (dengan banyaknya kecacatan terselubung).

BCA memberikan solusi supaya membayar nilai transaksi yang saya belanjakan di
restoran tersebut dengan tunai (berarti saya harus membayar dua kali lipat) dan meminta restoran tersebut membuat surat pernyataan di atas materai. Transaksi terjadi tapi gagal terdebet ke restoran. Permohonan akan diproses dan mendapatkan persetujuan dalam kurun waktu kurang lebih 20 hari.

Yang dipertanyakan kenapa kesalahan dari BCA tapi yang dirugikan adalah pengguna kartu (nasabah)? Seharusnya BCA-lah yang mengembalikan nilai yang tidak terdebet itu kepada restoran Hoka Hoka Bento dan bukan menjadi tanggung jawab pelanggan / pemakai kartu Flazz BCA. Saya sudah membayar sesuai dengan yang terpotong oleh mesin Flazz BCA dari Hoka Hoka Bento.

Apakah BCA tahu menahu mengenai masalah ini. Atau memang sengaja diabaikan karena melihat kehilangan nilai pembelanjaan terbilang kecil dan mudah diabaikan? Mohon tanggapan yang tegas dari BCA karena sejak dari transaksi terjadi setiap hari saya diteror melalui telepon oleh pihak Hoka Hoka Bento untuk menuntaskan masalah ini.

Harry Leo
Jl Puri Indah Raya Blok H2 No 8
Jakarta Barat 11630
leo_luther@hotmail.com
087877188071

(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?