detikcom

Kotak Deposit Aman BII Thamrin "Terjamin"

Esti Nugraheni - Kepala Divisi Komunikasi - suaraPembaca
Jumat, 06/02/2009 20:02 WIB
FOTO: /www.bii.co.id
Jakarta - Menindaklanjuti feedback yang disampaikan Bapak William Wijaya Utama melalui Detik.com pada 28 Januari 2009, berjudul "Kotak Deposit Aman BII Thamrin Tak Terjamin," dapat kami informasikan sebagai berikut:

1. Apabila penyewa hendak mengunjungi Safety Deposit Box (SDB), penyewa harus mengisi kartu kunjungan SDB dan selanjutnya petugas Bank mencocokkan tanda tangan dengan contoh tanda tangan yang tersedia pada bank. Sesuai ketentuan, pihak yang bukan penyewa maupun bukan penerima kuasa dari penyewa tidak diizinkan mengunjungi SDB.

2. SDB hanya dapat dibuka dengan menggunakan 2 (dua) jenis anak kunci yang berbeda secara bersama-sama, yang mana 1 (satu) anak kunci dipegang oleh bang (guard key) dan 1 (satu) anak kunci dipegang oleh penyewa (master key).

3. Bank tidak pernah mengetahui isi SDB penyewa dan berdasarkan Perjanjian Sewa-Menyewa SDB yang telah ditandatangani penyewa dinyatakan bahwa pihak Bank tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang-barang penyewa SDB.

Terima kasih atas masukan yang diberikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kami di masa mendatang.

Hormat kami,
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
Esti Nugraheni
Kepala Divisi Komunikasi

(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Cegah Prostitusi, Pengelola Apartemen di Jakarta Harus Laporkan Penghuninya

Polisi membongkar praktik prostitusi di apartemen yang berawal dari pemesanan melalui forum di internet. Untuk mengantisipasi hal itu, Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat meminta para pengelola apartemen harus memberikan data-data penghuninya. Bila Anda setuju dengan Wagub Djarot, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%
Poling Index »

John F Kennedy menyatakan "My loyality to my party ends where my loyality to the country begins" VS Megawati yang mengatakan "Presiden dan wapres memang sudah sewajarnya menjalankan garis kebijakan politik partai". Pilih mana?