detikcom

Kenapa Buku Tahapan BCA Hilang Harus Ganti Rekening

M Danu Wiyoto - suaraPembaca
Jumat, 13/02/2009 11:35 WIB
Jakarta - Pada tanggal 11 Februari saya telepon Halo BCA untuk menanyakan syarat jika buku Tahapan BCA hilang. Saya diberi tahu untuk membawa KTP, ATM, dan surat kehilangan dari pihak kepolisian.

Pada hari Kamis, 12 Februari 2008 saya ke BCA yang ada di Mampang Prapatan (dekat pom bensin Shell dan dekat Blue Bird). Ternyata buku tabungan Tahapan BCA yang hilang harus ditutup dulu dan buat baru lagi. Dana yang ada akan dipindahkan ke rekening baru. Sungguh ribet (menyusahkan) sekali.

Saya setuju dengan isi surat Bapak Hendry kenapa jika buku Tabungan Tahapan BCA hilang harus ganti nomor rekening lagi. Terus apa gunanya surat lapor dari polisi? Apa gunanya ada KTP? Apa gunanya ATM? Sungguh sangat tidak nyaman sekali. Saya sudah baca email balasan Bapak Hendry dari pihak BCA.

Mau sampai kapan akan diperbaiki layanan seperti ini yang sangat menyusahkan? Kenapa dengan buku BCA yang lain ada yang bisa dan tidak diganti nomor rekeningnya? Terima kasih kepada BCA yang telah merepotkan saya untuk mengurus kembali buku tahapan BCA di tempat asal yang telah mengorbankan waktu saya.

M Danu Wiyoto
Jl Lombok 2 No 54 Perumnas 1 Tangerang
m_danu_wiyoto@yahoo.com
081382862993

(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?