detikcom

Kondisi Paket Rosalia Tidak Sama dengan Saat Pengiriman

Arief Kustono - suaraPembaca
Sabtu, 21/03/2009 17:16 WIB
Jakarta - Pengalaman ini sangat mengecewakan saya setelah sejak tahun 1999 menjadi pelanggan Rosalia Indah jurusan Madiun - Bandar Lampung. Awalnya terjadi ketika saya menerima paket dari Ibu saya di Bandar Lampung.

Paket dikirim menggunakan Rosalia Express tanggal 23 Pebruari 2009 dengan SPID No 09 0013885. Menurut petugas pengiriman barang sampai di Madiun pada tanggal 24 Pebruari 2009. Kenyataannya barang saya terima tanggal 25 Pebruari 2009, setelah ditelepon pihak Rosalia. 

Setelah saya konfirmasi ke Ibu saya ternyata paket yang saya terima kondisinya tidak sama dengan saat pengiriman. Paket dikirim dengan kondisi kardus dilakban coklat dimasukkan karung dan dijahit. Tetapi, yang saya terima paket tersebut hanya dilakban warna bening dan jahitan sudah tidak ada. Dan, surat yang diselipkan Ibu saya di dalam paket juga tidak ada.

Merasa kecewa pada tanggal 26 Pebruari 2009 saya ke agen Rosalia Indah Madiun untuk mengajukan keberatan. Bahwa paket saya sudah pernah dibuka tanpa pemberitahuan. Dan ada surat yang hilang.

Saya terkejut. Bapak Wahyu bagian paket Rosalia mengatakan kalau ada uang yang hilang di dalam paket tidak ada penggantian. Wouw, dari mana beliau tahu ada uang di dalam paket?

Saya tetap menanyakan perihal surat yang hilang dan juga paket yang dibuka tanpa pemberitahuan. Setelah berdebat cukup lama Bapak Wahyu menyatakan akan menghubungi kembali dalam waktu 3 hari.

Tetapi, sampai sekarang tidak ada pihak Rosalia yang menghubungi kami. Berulang kali kami telepon selalu dijawab oleh Bapak wahyu tidak ada di tempat. Ada apa ini.

Apakah memang kebijakan Rosalia Indah yang mengharuskan paket dibuka? Atau mungkin "kenakalan" pegawainya yang menggunakan kesempatan. Sampai sekarang saya masih nunggu tanggapan dari pihak Rosalia Indah.

Arief Kustono
Jl Gulun 14 Madiun
reifka@gmail.com
081803434074



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?