detikcom

Harga Kaca Mata di Optik Keluarga Itu Tidak Murah

Ridwan Alinata ST - suaraPembaca
Senin, 13/04/2009 11:44 WIB
Jakarta - Saya punya pengalaman buruk belanja di Optik Keluarga (yang katanya masih 1 grup dengan Optik Melawai). Pada bulan Oktober 2008 yang lalu saya membuat kaca mata di Optik Keluarga Mangga Dua Square. Di situ saya bertemu dengan para Refraksionis yang dari potongannya mengesankan mereka ahli dalam bidang perkacamataan.

Singkat cerita akhirnya saya membuat lensa (lensa yang saya pesan Essilor) dan frame di Optik Keluarga tersebut dengan total harga sekitar 700 ribuan. Namun, baru lima bulan dipakai gagang framenya patah mur dan bautnya. Akhirnya saya bawa kembali ke Optik Keluarga di Mangga Dua Square untuk saya minta tolong diperbaiki.

Begitu saya datang saya ditangani oleh seorang Refraksionis bernama Yahda (bulan April 2009). Lalu setelah berapa lama ditangani beliau mengembalikan kepada saya dalam keadaan sudah patah (waktu saya bawa ke tempat itu belum patah mur-bautnya) dan sambil berkata, "mohon maaf, Pak. Kami tidak bisa membantu".

Lalu saya bertanya bagaimana mungkin barang yang sudah rusak saya pakai kembali. Artinya saya tidak bisa memakai kaca mata yang gagangnya patah bukan. Lalu, beliau mengesankan tidak mau bertanggung jawab dan membantu memberi solusi yang harus bisa didapatkan oleh seorang customer seperti saya supaya kaca mata saya bisa dipakai kembali.

Malah akhirnya saya yang meminta untuk melem saja gagangnya dan dikerjakannya gagang yang patah tersebut dilem memakai lem power glue (mungkin dari sifat kerasnya diketahui). Tetapi, saya menjadi sangat kecewa bahwa hasil pengelemannya menjadi sangat tidak rapi dan terkesan asal-asalan. Padahal saya membeli kaca mata tersebut dengan harga yang tidak murah. Apalagi lem tersebut terkena lensa kaca mata saya yang katanya bermerk Essilor.

Saya sungguh kecewa. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat kaca mata lagi di optik biasa. Dengan harga yang relatif terjangkau sehingga tidak perlu inves terlalu banyak pada optik yang hanya membuang stok barang lama dengan harga mahal.

Ridwan Alinata ST
Pademangan Jakarta Utara
josh.forta@yahoo.co.id
93351440


(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?