detikcom

Menginginkan Penjelasan Harga dan Purna Jual Perumahan Citra Indah

Ferro Maulana - suaraPembaca
Sabtu, 09/05/2009 10:58 WIB
Jakarta - Kamis, (7/5/09) jam 14.00 WIB saya datang bersama teman saya ke Kantor Pemasaran Citra Indah Jalan Raya Jonggol KM 23,2 Cibubur Timur Bogor untuk memesan 1 unit rumah KPR BTN tipe 21/72 Subsidi Pemerintah. Siang itu saya bertemu dengan Bapak Mukhlis, Sales Corperate Citra Indah.

Bapak Mukhlis menggantikan Bapak Kusmanto yang tidak bisa datang ke kantor karena sedang berada di Jakarta. Saya tertarik memesan rumah di Kawasan Citra Indah karena harganya murah dan nuansa alamnya yang bagus. Citra Indah merupakan anak Perusahaan Property milik Perusahaan besar PT Ciputra Indah.

Begitu saya tiba di meja Bapak Mukhlis terkejutlah saya. Harga yang beberapa hari sebelumnya Sabtu, (25/4/09) yang diterangkan oleh Bapak Kusmanto, Corperate Sales berdasarkan konsep price list yang dibuat manajemen Pemasaran Citra Indah berubah naik berdasarkan statement sepihak oleh Bapak Mukhlis. Bukan Price List baku yang dibuat oleh Manajemen Pemasaran Citra Indah.

Sebagai contoh waktu itu saya menanyakan harga rumah kawasan Bukit Agave kepada Bapak Kusmanto di mana harga KPR Rp 55,500.000. uang muka - tanda jadi/ booking fee 10 persen. Jadi total Rp 5,500,000. Uang muka dapat dicicil 3 kali. Karena subsidi maka angsuran bulanan tahun I dan tahun II sebesar Rp 292,000 dan tahun III seterusnya Rp 498,000.

Sekedar informasi harga rumah sudah termasuk Akte Jual Beli, BBN, Pajak Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan, IMB, Listrik 1.300 watt, dan Air PDAM. Harga kredit pemilikan rumah (KPR) belum termasuk biaya proses KPR yang nilainya 3 juta.

Tetapi, setelah saya datang ke Bapak Mukhlis, menurut statemennya uang muka rumah dengan tipe yang sama menjadi 9 juta. Saya konfirmasi mengapa uang muka bisa naik hampir 9 juta? Bapak Mukhlis tidak bisa menjawab.

Jika ada perubahan harga price list dari Manajemen Pemasaran Citra Indah saya minta bukti yang dibuat bulan ini. Tetapi, Bapak Mukhlis tidak dapat memberikan bukti otentik. Bapak Mukhlis berdalih uang 3 juta lebih itu sebagai uang split atau uang umpet. Terus saya bertanya lagi apa itu uang split atau uang umpet? Bapak Mukhlis tidak bisa menjawab langsung. Beliau berdalih itu uang mengurus surat-surat.

Bapak Mukhlis pandai memutarbalikkan fakta. Beliau terus mengalihkan pertanyaan saya untuk menjebak saya masuk ke perangkapnya. Menurut Bapak Mukhlis sekarang Manajemen Citra sudah tidak memberlakukan lagi Pemukiman Rumah Subsidi jika nilai totalnya lebih dari 60 juta. Padahal Harga KPR Subidi dengan tipe yang sama di empat Kawasan Bukit Agave senilai Rp 55,500,000, Bukit Angsana 58,500,000, Bukit Aster Rp 60 juta, Bukit Heliconia Rp 53 juta.

Saya semakin penasaran dengan kebohongan Marketing Citra Indah. Terus saya minta bukti nilai maksimum KPR yang dibolehkan oleh Pemerintah kisaran harganya berapa. Bukannya memberikan bukti konkret Bapak Mukhlis malah memberikan blanko pembayaran uang muka customer/ pembeli/ pengkredit rumah yang berhasil dijeratnya.

Di blanko itu memang ditulis Uang muka 5,500,000 secara jelas. Tetapi, sisanya 3 juta tulisan hurufnya 'diumpetin' di bawah blanko dan dibuat tidak jelas. Tidak hanya 1 blanko tetapi Bapak Mukhlis bersama timnya memberikan blanko para korban yang berhasil dijeratnya yang jumlahnya puluhan atau bahkan lebih.

Uang muka Bukit Agave juga dinaikkan sepihak oleh Bapak Mukhlis. Kawasan bukit rumah yang lain juga dinaikkan. Misalnya Uang Muka/ DP Kawasan Bukit Aster tipe21/72 subsidi yang ditulis Rp 6,100,000 berubah jadi 11 juta. Menurut statement Bapak Mukhlis kenaikan itu karena harganya displit agar mendapatkan subsidi dari Pemerintah.

Begitu juga dengan harga bukit lainnya seperti Angsana 1 dan Heliconia 1. Semua dinaikkan oleh Pak Mukhlis. Hal itu bertolak belakang dengan statemen dari Bapak Kusmanto yang mengatakan semua tipe 21/72 --apakah itu Bukit Agave, Angsana 1, Aster, dan Heliconia 1, mendapatkan subsidi Pemerintah. Berapa pun hargamya.

Statement dari Bapak Kusmanto benar berdasarkan price list yang dibuat Manajemen Pemasaran Citra Indah dan harga yang tercantum di website Citra Indah (www.klikcitraindah.com). Menurut saya yang berbohong adalah Bapak Mukhlis yang menaikkan harga sepihak untuk kepentingan dompet Pribadinya.

Jika tidak kena dengan permainan harga KPR trik lain yang dipakai oleh Sales/ Marketing Citra Indah adalah dengan mengatakan bahwa tipe yang diinginkan oleh pembeli/ pengkredit rumah telah habis/ sudah tidak ada lagi. Hal itu dilakukan dengan maksud agar calon pembeli/ pengkredit rumah mengeluarkan biaya yang lebih mahal.

"Semua bangunan rumah tipe 21/72 di semua kawasan baik Agave, Angsana, Aster, Heliconia telah habis", kata Bapak Mukhlis ke saya. Padahal setelah saya cek untuk tipe 21/72 di beberapa bukit ada dan beberapa di antaranya sedang dibangun. Jika tidak ada rumah subsidi di Citra Indah sekarang berarti uang subsidi dialirkan oleh Pemerintah ke rekening PT Ciputra Indah itu digunakan untuk apa. Untuk membangun rumahkah atau masuk ke rekening pribadi.

Kasus ini patut ditindaklanuti. Saya sangat kecewa atas kebohongan publik yang diberikan oleh salah satu oknum Citra Indah. Seharusnya Sales Corperate Citra Indah itu berpikir cerdas bahwa yang ditipu itu bukan customer menengah ke atas. Melainkan menengah ke bawah di mana keuangannya pas-pasan. Konsep yang ditawarkan di price list, spanduk, dan website bertolak belakang dengan kenyataan.

Tetapi, untunglah saya tidak jadi kredit di Citra Indah karena baru pertama saya memesan saya telah ditipu mentah-mentah oleh ketidakjujuran Sales Citra Indah yang mempunyai kesan mempersulit customer mengkredit rumah.

Tidak hanya Penipuan Marketing. Pelayanan Pemasaran di Kantor Citra Indah sangat tidak memuaskan. Begitu calon pembeli/ pengkredit masuk ke dalam kantor kita akan disambut oleh resepsionis yang jutek. Setelah beberapa jam saya duduk tidak diberikan air minum. Malah saya yang minta air barulah salesnya memberikan segelas air mineral. Padahal jarak rumah orang tua saya di Jakarta dengan Citra Indah cukup jauh. Kurang lebih 2 jam.

Mungkin apa karena saya mengkredit rumah tipe 21/72 subsidi Pemerintah jadi pelayanannya sangat tidak memuaskan. Apakah karena saya waktu datang memakai jeans dan kaos oblong jadi para sales menganggap saya tidak punya uang. Padahal saya bukan pengemis. Saya adalah customer yang akan mengkredit rumah di mana uang dari saya itu untuk keuntungan PT Ciputra Indah. Mengapa saya dibedakan.

Di bank jika kita masuk maka semua karyawannya pada tersenyum. Tidak perduli nasabah itu pakai celana pendek atau sandal jepit. Dari kalangan Pejabat atau rakyat jelata. Asalkan ia nasabah maka seluruh karyawan menyambutnya dengan baik.

Tetapi. di Citra Indah tidak. Jika customernya pakai jas rapi, menggunakan mobil, semua karyawan tersenyum. Customer itu mendapatkan makan bukan air mineral seperti yang saya dapat. Tetapi. jika calon pembeli/ pengkredit rumah itu naik motor, penampilan acak-acakan malah 'dicuekin'.

Begitu juga dengan sales/ marketing yang tidak pernah ontime datang sesuai jadwal yang dijanjikan via telepon. Jika kita buat appointment jam 14.00 WIB maka salesnya akan datang jam 14.30. Telat 30 menit dan kita disuruh menunggu. Hal itu juga berlaku jika kita ingin melihat contoh rumah tipe sederhana di mana tidak ada orang yang mengantar. Saya dibiarkan sendiri hingga nyasar melihat contoh rumah.

Saya sangat kecewa atas berbagai bentuk diskriminasi yang dilakukan oleh PT Ciputra Indah. Padahal rumah yang paling laku di PT Ciputra Indah berasal dari kalangan menengah ke bawah. Rumah tipe sederhana itulah yang membawa keuntungan besar bagi PT Ciputra Indah. Jika tidak ada rumah tipe sederhana saya yakin PT Ciputra Indah akan bangkrut. Tetapi, mengapa customer menengah ke bawah paling banyak dizolimi.

Dengan kejadian saya ini saya ingin agar PT Ciputra Indah lebih detail menjelaskan harga dan purna jualnya kepada masyarakat. 'Customer dari kalangan mana pun adalah raja dan dilayani dengan sebaik-baiknya'. Hal ini demi nama baik PT Ciputra Indah. Sales/ staff/ marketing yang nakal atau tidak patuh terhadap peraturan agar mendapatkan sanksi yang tegas dari pihak manajemen.

Surat saya ini dibuat dengan sebenar-benarnya. Dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Tidak ada intervensi dari pihak mana pun. Saya ingin surat saya ini mendapatkan respon langsung dari Pimpinan Manajemen Citra Indah/ Humas PT Ciputra Indah/ keluarga dari pengusaha Ciputra.

Ferro Maulana
Cilandak Jakarta Selatan
Ferlana2000@yahoo.com


(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?