Berita Lain

Index



Selasa, 19/05/2009 16:03 WIB
Hati-hati Menggunakan ATM Antar Bank Bukopin - Lippo - Alto
Mohammad Riza - suaraPembaca



Jakarta - Nama saya Mohammad Riza. Saya adalah nasabah Bank Bukopin. Pada hari Sabtu, 2 Mei 2009 saya menarik uang di ATM Lippo menggunakan kartu Bukopin. Setelah memasukkan jumlah uang yang diinginkan Rp 500,000 ada pemberitahuan di display 'Mohon maaf mesin ATM tidak dapat mengeluarkan uang - this atm cannot dispense money'. Kurang lebih seperti itu bunyinya.

Lalu, setelah itu istri saya yang nasabah Lippo langsung mencoba menarik uang di ATM tersebut. Pesan yang sama timbul. Saya berasumsi memang mesin ini memang sedang masalah. Kehabisan uang mungkin.

Saya berpikir tidak akan ada masalah pada rekening saya (karena kalau mesin ada kerusakan seharusnya ada record tentang itu dalam lognya bukan? Kan, tampil itu pengakuan ada masalah dalam layar ATM-nya?

Saya kemudian pindah ke ATM lain (Danamon kalau tidak salah) menarik uang dari sana dan berhasil. Namun, ternyata asumsi saya salah. Saya baru menyadari bahwa uang saya terdebet pada hari Selasa tanggal 4 mei 2009. Saat itu saya menarik uang dari ATM BCA dan keluar struk dari ATM tersebut yang menyatakan sisa saldo uang saya dengan jumlah yang kurang 500,000 dari yang seharusnya.

Segera saya menelepon Customer Service Bank Bukopin untuk mengecek transaksi saya di hari Sabtu sebelumnya. Benar saja. Sistem di Bukopin mengatakan bahwa transaksi saya di hari sabtu itu dianggap berhasil. Saya diminta untuk menunggu 14 hari proses penolakan transaksi dengan nomor pengaduan 39535 9999/2009 dengan nama Customer Service Retno.

Singkat cerita pada hari Senin, 18 Mei saya coba hubungi 14005 lagi. Saya mendapat jawaban bahwa Bukopin sudah menerima balasan dari Bank Lippo pada tanggal 13 Mei 2009 via surat yang menyatakan bahwa hasil dari investigasi transaksi saya dianggap berhasil.

Saya sangat tidak terima dengan hasil ini. Dalam pemikiran saya sangat tidak mungkin jika memang benar Lippo melakukan investigasi mengatakan transaksi itu berhasil. Toh, jelas-jelas mesin ATM-nya pada hari tersebut bermasalah dan mengeluarkan pesan seperti saya sebut di atas. Istri saya, yang nasabah Lippo, juga tidak bisa bertransaksi di mesin tersebut.

Pastinya bank sebesar Lippo mempunyai sistem pelaporan/ log yang berfungsi dengan baik tentang aktivitas mesin ATM/ nasabahnya. Jika memang ada niat untuk menangani kasus ini pastinya bisa terlihat apakah memang mesin bermasalah di hari tersebut?

Bagaimana rekaman CCTV tentang aktivitas nasabah di hari tersebut? Jangan hanya karena komputer mengatakan berhasil lalu benar-benar menutup mata dengan kemungkinan lain.

Lalu, kok, bisa mesin menampilkan pesan error seperti itu tapi transaksi  dibilang berhasil. Timbul dari mana pesan errornya. Apa mesin ATM Lippo memang seperti itu. Bisa tiba-tiba mengarang error dan tidak terdeteksi sama lognya? Apa yang terjadi saat itu dengan mesinnya hingga menampilkan pesan tidak bisa mengeluarkan uang.

Saya sudah kembali membuat Laporan baru di Bank Bukopin Rasuna Said hari Senin, 18 Mei 2009 dan diminta untuk menunggu lagi hasil dari 'investigasi', Saya mohon niat baik dari semua pihak yang terkait dalam menyelesaikan masalah ini.

Terus terang saya sangat kecewa dengan Bank Bukopin yang mempromosikan penggunaan kartu ATM-nya di mesin ATM bank lain tanpa biaya jika hasilnya seperti ini. Lebih baik Bank Bukopin memperbanyak jumlah ATM-nya dan memperbaiki jaringan ATM-nya sendiri supaya nasabah dapat menarik uang lebih nyaman di ATM Bank Bukopin daripada memaksakan sistem yang dapat merugikan nasabahnya seperti ini.

Untuk Bank Lippo/ ALTO, jika dikatakan saya terima uang dan transaksi berhasil bukti investigasi berupa rekaman CCTV yang memperlihatkan bahwa saya mengambil uang di hari tersebut harus diperlihatkan ke saya. Juga jawaban bagaimana bisa mesin menampilkan pesan error seperti itu dan dibilang transaksi berhasil? Jangan ternyata yang disebut hasil 'investigasi' hanyalah pengecekan seadanya tanpa memikirkan dampak bagi nasabah bank.

Sangat disayangkan pada saat bank mengkampanyekan supaya masyarakat menitipkan uangnya di bank hal-hal seperti ini benar-benar bisa merusak reputasi bank-bank itu sendiri.

Memang jumlah uang saya sangat tidak seberapa jika dibanding uang iklan yang sudah dihabiskan Bank Bukopin/ Lippo untuk berpromosi. Menurut saya pada saat nasabah memerlukan bantuan seperti ini merupakan bukti sebenarnya dari janji iklan-iklan tersebut.

Untuk bank-bank jika memang ATM-nya tidak bisa berfungsi mungkin karena uang atau struknya habis di mesin tersebut. Atau mungkin karena masalah lain. Saya mohon ada sistem yang memang mengunci dan memberitahu dari awal tentang hal tersebut supaya masalah-masalah seperti ini jangan bertambah banyak di kemudian hari.

Mohammad Riza
Jl H Japat No 50
Kelurahan Abadi Jaya Kecamatan Sukmajaya Depok
moriez@gmail.com
526 8833


(msh/msh)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca juga :