detikcom

Telepon Layanan Antar Pizza Hut Tamini Square Akhirnya Putus Lagi

Wahyu Dwi Jatmiko - suaraPembaca
Selasa, 26/05/2009 12:24 WIB
Jakarta - Saya kebetulan baru pindah ke Perumahan Premier Estate di sekitar Bambu Apus Raya Jakarta Timur. Hari Sabtu, 23 Mei 2009 mencoba untuk memesan Pizza melalui Hotline Pizza Hut Tamini Square bernomor 02187786000.

Panggilan masuk pertama pukukl 17.28 dan diterima pelayan perempuan dengan nada setengah malas. Kemudian 1 menit putus dan belum sempat untuk berbicara banyak. Pukul 17:26 saya coba telepon lagi. Baru beberapa kata juga sudah putus.

Saya coba telepon lagi jam 17:25 pelayan telepon menanyakan alamat dengan tidak jelas. Saya sebutkan nama perumahan saya dan langsung disambar tidak bisa layanan delivery. Namun, saya menjawab kembali bahwa Premier Estate hanya berjarak 1.5 km dari Tamini Square. Pelayan berusaha mengkonfirmasi ke teleponnya diikuti suara ribut. Namun, akhirnya putus lagi.

Sepertinya sang pelayan tidak mau repot dengan langsung memutuskan sambungan telepon. Saya coba 2 kali menghubungi kembali dan akhirnya malah disambut nada tulalit.

Kalau memang tidak mau repot melayani delivery order kenapa menyediakan telepon yang bisa dihubungi untuk layanan antar. Padahal saya yakin di Negeri Paman Sam sana Layanan Delivery Pizza sangat terkenal. Apalagi seorang
spiderman pun digambarkan sebagai Delivery Man perusahaan Pizza.

Wahyu Dwi Jatmiko
Premier Estate Blok A No 9
Jl Haji Karim Setu Cipayung Jakarta
me@wahyujatmiko.com
02184900813


(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%
Poling Index »

Siapakah yang Anda anggap benar dalam kasus APBD DKI 2015?