detikcom

Kredit Barang Elektronik di Adira Pekanbaru Sangat Lucu

Pajri Ilyasman MS S Kom - suaraPembaca
Kamis, 25/06/2009 15:51 WIB
Jakarta - Saya adalah pelanggan setia Adira Kredit dengan track record pembayaran yang tidak pernah terlambat sama sekali. Namun, saya sangat kecewa dengan kejadian ini dan mungkin akan berfikir 1.000 kali lagi kalau ada penawaran kredit dari Adira Finance. Berikut historikalnya:

Oleh karena saya sudah masuk ke dalam database Adira Finance dengan track record yang baik. Maka kami terus mendapatkan SMS untuk pembelian elektronik dengan batas limit sampai 8 juta rupiah.

Awalnya saya malas untuk mengambil barang elektronik melalui fasilitas kredit lagi. Namun, karena SMS penawaran itu selalu datang sehingga akhirnya saya coba untuk mengambil TV LG Pearl Black 29' di salah satu penjualan elektronik di Pekanbaru.

1. Dari awal pengajuan sudah terasa ada masalah. Mulai dari klarifikasi data yang memakan waktu hingga 3 hari yang memang tidak lazim dilakukan pada customer yang jelas-jelas sudah mendapatkan SMS dari Adira Kredit Pusat dengan arti kata sudah ada dalam database Adira Kredit tentunya.

2. Permasalahan kedua, pihak Adira tidak pernah memberitahu saya No. Loan hingga jatuh tempo yang tidak pernah saya tahu kapan datangnya. Atau dalam kata lain bagaimana saya bisa melakukan pembayaran jika No. Loan tidak ada.

Padahal pembayaran hanya bisa dilakukan atas dasar No. Loan karena bersifat unik. Selama saya kredit di Adira kredit pasti ada pemberitahuan No. Loan kepada saya sebagai konsumen. Saya bukan sekali ini saja mengambil kredit barang di Adira kredit. Makanya sedikit banyak tahu prosedurnya.

3. Permasalahan ketiga, pihak Adira Pekanbaru memberi tahu saya No. Loan serta menyuruhnya melakukan pembayaran pada tanggal 23 Juni 2009 sekitar jam 16:35 sore.

Ini kan lucu. Masak pemberitauan No. Loan dan tanggal jatuh tempo saya diberikan setelah lewat 5 hari berlalu dari jatuh tempo tersebut dan di jam yang sudah sangat sore.

4. Permasalahan keempat, pada tanggal 24 Juni 2009 saya melakukan pembayaran di Kantor Adira Kredit. Oleh karena muncul denda di sana saya pun komplain dan disaran untuk bertemu Customer Service.

Saya sampaikan komplain saya namun alangkah terkejutnya saya dengan jawaban dari customer perempuan yang ada di sana. "Jika tidak ada pemberitahuan, makanya Bapak tidak mau bayar, seharusnya Bapak yang nelpon ke sini atau melihat kwintasi pembelian". 

Apa pihak Adira tidak mendidik dan menindak tegas karyawannya di Bagian Customer Service tersebut. Lagian untuk apa saya menyimpan kwitansi pembelian dan menelepon ke Adira Kredit Pekanbaru karena prosedur yang saya dapati pada kredit barang sebelum tidak pernah seperti ini.

Di saat persaingan semakin ketat seharusnya Adira bisa merekrut karyawan yang lebih profesional lagi. Apalagi di Bagian pelayanan/ Customer Service.

Saya harapkan kebijakan dari Adira Finance untuk menghapus track record yang buruk yang ditimbulkan bukan oleh kesalahan atau kelalaian saya selaku konsumen. Terima kasih.

Pajri Ilyasman MS S Kom
Jl Pangeran Hidayat/Kualanok 25 Pekanbaru
pajriex@gmail.com
081378351115


(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?