detikcom

Kualitas Ringkih Sepatu Sandal Camel Active dari Centro Plaza Semanggi

Iswadi Pryanali Linardo - suaraPembaca
Selasa, 14/07/2009 14:54 WIB
FOTO: /ist.
Jakarta - Pada tanggal 27 Juni 2009 saya dan istri ke Centro Departemen Store Plaza Semanggi untuk membeli sepasang sepatu sandal. Tertarik dengan penawaran diskon 50% dan kesan tangguh sebagai sepatu untuk kegiatan outdoor, saya membeli sepatu sandal merk Camel Active dari harga sebelum diskon sebesar Rp 890,000 menjadi Rp 445,000 setelah discount.
 
Seminggu pertama penggunaan bagian depan sepatu mulai mengelupas. Namun, karena saya anggap tidak mengganggu ketahanannya dan tidak mengganggu secara estetika saya tidak menghiraukannya. Minggu kedua pemakaian, jahitan sepatu bagian belakang mulai lepas. Lagi-lagi karena tidak terlalu mengganggu saya tidak mengindahkannya.

Sampai di minggu ketiga, jahitan kulit bagian belakang dengan bagian sol mulai terlepas. Saya sudah tidak dapat mentolerir lagi.
 
Sungguh tidak menyangka bahwa image yang selama ini terlihat bahwa sepatu Camel sebagai produk berkualitas dengan harga yang tidak murah dan memiliki ketahanan yang baik sebagai produk untuk kegiatan luar ruang begitu ringkih dan mengecewakan.
 
Saya mohon perhatian untuk Centro Departemen Store agar kepercayaan kami sebagai konsumen yang selama ini terjaga tidak rusak karena salah memilih mitra dalam melakukan promosi. Untuk produsen sepatu Camel Active, mohon untuk tidak memangkas kualitas sepatunya ketika memangkas harga jual kepada konsumen.

Buktikan bahwa produk anda memang untuk digunakan secara aktif dan memiliki kualitas tinggi untuk digunakan di luar ruang pamer. Bukan hanya sekedar menimbulkan persepsi. Terima kasih.

Iswadi Pryanali Linardo
Jl Karet Sawah II No 2 Jakarta 12930



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?