detikcom

Untuk Menghindari Tagihan Bengkak Terpaksa Menerima Solusi Indovision

Rizki Piet Darmawan - suaraPembaca
Senin, 24/08/2009 12:44 WIB
FOTO: /ist.
Jakarta - Saya adalah pelanggan Indovision yang selama ini memilih paket Prime Family, Sport, dan Movies dengan total tagihan Rp 289,000 tiap bulan (belum termasuk biaya administrasi pembayaran). Periode tagihan adalah dari tanggal 25 sampai dengan tanggal 24 bulan berikutnya dengan jatuh tempo penagihan tanggal 25 setiap bulannya.

Dengan adanya peluncuran satelit baru Indovision telah menambah channel baru hingga lebih dari 75 channel. Alhamdulillah dari bulan Juli hingga surat ini ditulis saya bisa menikmati seluruh channel Indovision yang berdasarkan informasi diberikan gratis.

Saat browsing ke situs www.indovision.tv saya membaca ada perubahan nama dan isi paket tayangan Indovision. Saya kemudian berinisiatif menghubungi Call Centre Indovision bahwa dikarenakan adanya perubahan nama dan isi paket tayangan Indovision, dari daftar paket yang ada saya memilih untuk berubah ke paket Galaxy,
Sports, dan Cinema2 dengan total tagihan yang diinformasikan sebesar Rp 294,000 (belum termasuk biaya administrasi pembayaran).

Permasalahan muncul saat saya menerima surat tagihan sebanyak 3 lembar, SMS berupa informasi tagihan, dan mail dari layar Indovision, dengan rincian jumlah tagihan sebagai berikut:

Dari surat tagihan saya menerima 3 lembar surat dengan rincian penagihan: Tagihan Paket Movies 0606, Prime Family, Sport 0906 sebesar Rp 295,454. Tagihan Paket Galaxy sebesar Rp 198,557. Tagihan Paket ID CINMA2, ID SPORTS sebesar Rp 164,833. Sehingga total tagihan dari ke-3 lembar surat tagihan sebesar Rp 658,844. Ketiganya memiliki periode penagihan dari tanggal 25 Agustus sampai dengan 24 September 2009. Dari SMS informasi tagihan diterima informasi tagihan sebesar Rp 504,095. Dan, dari mail di layar Indovision diterima informasi tagihan sebesar Rp 504,095.

Saya hanya membayar tagihan sebesar Rp 294,000 berdasarkan jumlah tagihan dalam Surat Tagihan pertama yang saya terima per pos. Tagihan tersebut sudah saya bayar via ATM Bank Mandiri pada tanggal 19 Agustus 2009 (6 hari lebih awal dari tanggal jatuh tempo).

Ada beberapa pendapat, pertanyaan dan saran yang akan saya kemukakan.

Pertama, dengan adanya perubahan nama dan isi paket tayangan Indovision, saya berubah dari paket Prime Family, Sport, dan Movies dengan total tagihan Rp 289,000 tiap bulan (belum termasuk biaya administrasi pembayaran) ke paket Galaxy, Sports, dan Cinema2 dengan total tagihan yang diinformasikan sebesar Rp 294,000 (belum termasuk biaya administrasi pembayaran). Secara logika matematika, seharusnya jumlah tagihan yang akan saya bayarkan tiap bulannya hanya bertambah Rp 5,000.

Kedua, paket Galaxy, Sports, dan Cinema2 merupakan pengganti dari paket Prime Family, Sport, dan Movies yang nama-namanya sudah tidak tercantum dalam situs www.indovision.tv. Sehingga semestinya tidak perlu sampai muncul 3 lembar surat tagihan yang dikirimkan kepada saya untuk menagih ke-6 paket tayangan. Indovision seharusnya hanya mengirimkan 1 surat tagihan untuk periode 25 Agustus sampai dengan 24 September 2009 hanya untuk paket Galaxy, Sports, dan Cinema2 dengan total tagihan Rp 299,000 (belum termasuk biaya administrasi pembayaran).

Ketiga, dengan adanya perubahan nama dan isi paket tayangan, seharusnya Indovision merasa terbantu dengan adanya seorang customer yang berinisiatif memberitahukan nama-nama paket baru yang akan dia ikuti. Bagaimana dengan customer yang tidak mengetahui perubahan nama dan isi paket tayangan. Apakah Indovision akan langsung mengubah paket Movies yang diikuti seorang pelanggan menjadi paket Cinema1 dan Cinema2. Padahal mungkin saja si pelanggan sebenarnya hanya memilih paket Cinema2. Jadi, sebenarnya kapan mulai berlakunya paket-paket baru. Kapan paket-paket lama mulai tidak berlaku. Kapan customer harus mulai memilih paket-paket baru.

Keempat, apakah seluruh channel Indovision yang bisa saya nikmati dari bulan Juli hingga surat ini ditulis memang benar-benar gratis. Jika tidak gratis kenapa Indovision menambahkan channel-channel tersebut tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Jika memang gratis, logikanya tidak ada perubahan jumlah tagihan secara signifikan seperti yang saya alami sekarang. Sampai kapan sebenarnya tayangan gratis ini diberikan.

Kelima, saya sudah menghubungi Call Centre menanyakan permasalahan jumlah tagihan yang melambung. Penjelasan petugas menyebutkan penambahan jumlah billing karena adanya perubahan paket dari Prime Family, Sport, dan Movies menjadi Galaxy, Sports dan Cinema2. Tetapi, petugas tidak bisa menjelaskan kenapa penambahan jumlah tagihan sangat signifikan, sedangkan total tagihan ketiga paket hanya bertambah Rp 5,000 dari Rp 289.000 menjadi Rp 294,000 (di luar biaya administrasi pembayaran).

Solusi yang ditawarkan petugas adalah dengan membatalkan perubahan ke paket baru sambil menunggu selesainya pemberian seluruh channel Indovision secara cuma-cuma. Untuk menghindari membengkaknya jumlah tagihan saya terpaksa menerima solusi yang ditawarkan petugas meskipun masih heran dengan cara berpikir si petugas dan juga sistem billing di Indovision.

Keenam, mohon kepada Indovision untuk memperbaiki sistem billing dan koordinasi antar bagian. Permasalahan jumlah tagihan sebenarnya sudah saya alami beberapa kali tetapi bisa diselesaikan di Call Centre. Petugas biasanya mengakui kesalahan jumlah tagihan yang dikirimkan dan memberitahu jumlah tagihan yang sebenarnya.

Indovision bukan TV berlangganan yang saya ikuti pertama kali. Permasalahan jumlah tagihan tidak saya temui di perusahaan sebelumnya. Sebagai pay TV dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia sudah sepantasnya Indovision terus menyempurnakan sistem billing yang menurut saya masih memiliki banyak kekurangan.

Tidak hanya mengenai kebenaran jumlah tagihan tetapi juga soal sinkronisasi info tagihan di surat tagihan, SMS, mail, dan Call Centre. Apabila sudah ditetapkan tanggal jatuh tempo pembayaran Indovision seharusnya bersikap konsisten dengan aturan tersebut. Pelanggan yang membayar tagihan tepat pada tanggal jatuh tempo tidak seharusnya diberikan peringatan yang berkali-kali muncul di layar Indovision dan menganggu kenikmatan menonton.

Demikian saya sampaikan permasalahan tagihan Indovision yang sedang saya alami saat ini. Mudah-mudahan pihak yang bertanggungjawab bisa menjawab dan memberikan solusi atas permasalahan ini. Terakhir saya ucapkan selamat kepada Indovision atas diperolehnya hak siar Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Champions.

Regards,
Rizki Piet Darmawan
No Pelanggan 301010476868



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?