detikcom

Pengaktifkan Perdana Fren Mohon Jangan Dikasih Konten Apa-apa

Dayat - suaraPembaca
Jumat, 11/09/2009 10:07 WIB
FOTO: /ist.
Jakarta - Pada bulan Agustus saya baru mengaktifkan nomor Fren Duo dengan nomor 08888102585. Tanpa registrasi kuis tiba-tiba handphone saya dikirim SMS kuis dan tips dari 99102 terus dan pulsa terpotong.

Tanggal 17 Agustus 2009 saya telepon ke operator. Kata operator dijanjikan akan diproses dalam tiga hari. Namun, berhubung hari libur maka menurut operator saya bisa mematikan kuisnya dengan ketik UNREG GMA dan dikirim ke 9910.

Saya kirim dan ada balasan dari 99102, "Mulai Besok,Anda berhenti berlangganan dan tidak menerima pertanyaan Kuis GM." Tetapi, dua hari kemudian dikirim SMS Kuis dan Tips lagi tanpa registrasi.

Saya sempat telepon operator kembali dan dijanjikan dalam lima hari kerja. Tetapi, setelah ditunggu lebih dari lima hari tidak ada tindak lanjutnya. Terakhir saya telepon operator kembali dan diterima oleh Ibu Heren dan tetap dijanjikan kembali dalam lima hari kerja. 

Menjadi pertanyaan:
1. Kenapa tanpa registrasi kuis dapat terkirim otomatis.
2. Kenapa proses seperti itu saja memakan waktu yang sangat lama.
3. Pulsa saya yang terpotong nasibnya bagaimana?

Saran: untuk mengaktifkan perdana mohon jangan dikasih konten apa-apa. Itu sangat membuat
tidak nyaman pelanggan. Terima kasih.

Dayat
Jl Pancawarga 15 Jakarta Timur
dayat007@yahoo.com
08888102585



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?