detikcom

Fasilitas Executive Lounge Citibank Garuda Sudah Tidak Berlaku Lagi

Ariono Hadipuro - suaraPembaca
Kamis, 29/10/2009 15:11 WIB
Jakarta - Bulan Agustus 2009 yang lalu saya dihubungi oleh pihak Citibank yang menawarkan untuk meng-upgrade kartu MasterCard saya menjadi Citibank Garuda Platinum Card. Saya masih ingat betul sang telemarketer menjelaskan kepada saya kelebihan-kelebihan kalau menggunakan kartu ini.

Termasuk saat telemarketer tersebut beberapa kali meng-highlight keistimewaan kartu ini yaitu penggunaan Garuda Executive Lounge yang hanya dapat digunakan oleh pemegang kartu ini. Telemarketer Citibank dengan meyakinkan menjelaskan kalau biaya tahunan yang dikeluarkan sebanding dengan benefit yang akan diperoleh oleh saya sebagai pemegang kartu. Akhirnya saya terbujuk dan bersedia untuk meng-upgrade kartu.

Belum genap dua bulan saya menerima kartu Citibank Garuda saya terkejut mendapatkan informasi di lembar tagihan kalau fasilitas Executive Lounge di Bandara Soekarno Hatta 'tidak berlaku lagi' terhitung mulai 3 November 2009. Saya yakin pihak Citibank sudah mengetahui rencana penghentian fasilitas ini jauh sebelumnya. Seharusnya, telemarketer tidak meng-highlight benefit ini kalau dalam waktu dua bulan kemudian fasilitas ini sudah tidak berlaku lagi.

Terus terang saya merasa kecewa dengan Citibank terkait permasalahan ini. Saya sadar bahwa pihak bank berhak untuk menghentikan fasilitas yang diberikan sewaktu-waktu tanpa persetujuan dari konsumen. Namun, saya sangat kecewa ketika benefit yang digembor-gemborkan pada saat memberikan penawaran hanya berlaku untuk waktu yang sangat singkat.

Saya telah menyampaikan kekecewaan ini kepada pihak Customer Service. Akan tetapi dia tidak dapat memberikan jawaban tentang alasan penghentian fasilitas ini. Mohon penjelasan dari pihak Citibank. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Ariono Hadipuro
Jl Alamanda L/18 Sektor I-2 BSD Tangerang
ariono.hadipuro@nesoindonesia.or.id
0818848422



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?