Berita Lain

Index



Rabu, 04/11/2009 08:57 WIB
Menyikapi Kabinet
Tedy J Sitepu - suaraPembaca



Jakarta - Tanggal 21 Oktober 2009 presiden terpilih telah menunjuk pembantunya yang akan duduk dalam kabinet sebagai menteri maupun pejabat setingkat menteri. Selama proses proses fit and proper test hingga setelah pengumuman nama-nama terpilih banyak diskusi tentang pantas tidaknya seseorang duduk dalam kabinet Indonesia bersatu jilid 2 tersebut.

Tentu saja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah mempunyai pertimbangan tersendiri bahwa setiap pembantunya memiliki kriteria tersebut. Namun demikian banyaknya kritik terhadap beberapa nama dalam kabinet juga tidak salah.

Masyarakat punya kepentingan bahwa janji-janji presiden dapat diwujudkan oleh para pembantunya. Karena itu penting sekali memastikan bahwa dalam memilih para menteri tersebut tidak salah. Pada merekalah nasib seluruh rakyat dipercayakan.

Menteri adalah pimpinan tertinggi di sebuah departemen. Dari pimpinan tertinggi inilah diharapkan lahir sebuah visi yang nantinya akan mewarnai seluruh kinerja organisasi dalam menjalankan amanah pemerintahan dan mensejahterakan rakyat.

Visi seorang pemimpin adalah gambaran, harapan, cita-cita, masa depan yang harus dituangkan dalam konsep-konsep, rencana kerja, anggaran, hingga proses implementasinya. Jadi, hakikat membahas seseorang layak atau tidaknya menjadi pimpinan (termasuk pimpinan pemerintahan) adalah membahas apakah seseorang punya visi tentang tugas dan fungsi departemen tersebut.

Apakah seseorang tersebut memiliki konsep-konsep kerja yang efektif. Apakah seseorang tersebut mampu merencanakan program kerjanya selama lima tahun mendatang, dan punya kemampuan manajerial dalam proses implementasi programnya.

Kegagalan memilih anggota kabinet yang tepat berdampak sangat berat. Hal ini berdampak bukan hanya pada macetnya program kerja. Tapi, juga membuang sumber daya yang paling mahal yang dimiliki bangsa ini yaitu waktu.

Setiap hari dari program kerja selama lima tahun ke depan adalah berharga. Bayangkan bagaimana rakyat kita hari demi hari menanggung rasa lapar, kesakitan, kekurangan, kemiskinan, kebodohan, dan masalah bangsa lainnya.

Di tengah banyaknya kritik terhadap beberapa nama menteri yang dianggap tidak berpengalaman penulis berpendapat kita harus bersikap dewasa dengan mempercayakan pemilihan itu pada Bapak SBY.

Sebagai Presiden yang dipilih melalui proses demokratis Bapak SBY tentu memiliki hak penuh menentukan pembantunya. Namun demikian kita harus tetap kritis dan membantu beliau agar kinerja para pembantunya selalu optimal.

Seluruh anggota kabinet harus segera berkonsolidasi untuk menyusun strategi bagi setiap issu-issu penting bangsa ini. Para menteri yang memang tidak memiliki latar belakang cukup pada satu bidang yang diamanatkan padanya harus segera melengkapi diri dengan sumber daya yang memadai. Misalnya, melengkapi organ departemennya dengan para ahli, konsultan yang kompeten, dan mendengar dari banyak pihak.

Sudah bukan jamannya menjadi orang yang sok "jaim" (baca= jaga image) dengan menutupi kelemahan dan ketidakmapuan. Lebih baik menjadi pemimpin yang terbuka dan menerima berbagai kritik, saran, dan bantuan.

Para pengamat, penulis, mahasiswa, media massa, dan komponen masyarakat lainnya hendaknya menjadi "thinking partner" bagi para pemimpin kita. Mari kita berikan mereka masukan dan kritik membangun melalui jalur yang benar. Berikanlah solusi pada pada pemerintahan. Jangan hanya mengkritik dan menjelekkan. Harus kita sadari bahwa kritik tanpa solusi hanya membebani rakyat kita dengan masalah baru.

Bapak Presiden dan Wakil Presiden hendaknya segera menerapkan parameter-parameter keberhasilan bagi setiap anggota kabinet. Upaya monitoring dan evaluasi harus sesegera mungkin dilakukan. Begitu ada indikasi kinerja anggota kabinet tidak mencapai target yang ditetapkan segera dilakukan koreksi. Atau, bila perlu, ganti dengan yang lain.

Tedy J Sitepu
Kemanggisan Ilir V/55 Jakarta Barat
tedy_js@yahoo.com
0811824518

Penulis adalah Mahasiswa Program Pasca Sarjana Universitas Paramadina.


(msh/msh)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca juga :