detikcom

Meminta BII Membantu Proses Pelunasan Kartu Kredit

Samudra Santoso Amar - suaraPembaca
Jumat, 06/11/2009 14:17 WIB
Jakarta - Oleh karena bisnis saya yang lagi bankrut saya takut tidak dapat membayar cicilan kartu kredit saya di BII. Jadi, dengan sisa uang yang ada saya bermaksud melunasi cicilan tersebut dan karena saya posisinya di Balikpapan jadi saya menghubungi BII via Call Center pada tanggal 2 November 2009 malam hari.

Oleh Call Center BII disarankan untuk mengirim surat via faksimili ke 021 27545566. Sebelum saya faks saya telepon dulu Call Center BII untuk memastikan faks mereka siap untuk menerima surat saya.

Kemudian tanggal 5 November 2009 sore hari saya telepon Call Center BII (bernama Choky) yang menginformasikan bahwa faks saya tidak diterima dan meminta saya untuk mengirimkannya kembali. Pada tanggal 6 November 2009 saya faks surat saya dan dari mesin faks saya dapatkan report terkirim.

Lalu, saya telepon Call Center dan menurut mereka faks belum diterima. Saya tanyakan apa faks saya yang tanggal 3 November juga belum diterima. Mereka mengatakan belum. Saya faks lagi dan reportnya terkirim. Lalu, saya telepon lagi katanya faks dalam perbaikan dan saya minta untuk dicek faks saya yang tanggal 3 November 2009 dia katakan sudah diterima. Cuma KTP dan copy card-nya tidak jelas.

Di sini saya langsung menangkap usaha dari BII untuk mempersulit saya dalam melunasi tagihan kartu kredit BII. Oleh karena dua orang Call Center sebelumnya menyatakan bahwa surat saya belum mereka terima namun keterangan dari Call Center yang terakhir sudah diterima tapi kopi KTP dan kartu kredit tidak jelas.

Pertanyaan saya mengapa jika diterima dalam kondisi tidak jelas tidak ada feed back call dari BII untuk menginformasikan kepada saya sebagai nasabahnya. Kalau saya amati BII memang sengaja mempersulit proses pelunasan yang akan saya lakukan.

Saya meminta kepada BII untuk membantu proses pelunasan saya. Dari sisi saya tidak masalah membayar cicilan jika saya sanggup membayarnya tapi dalam hal sekarang ini kondisi keuangan saya sedang ambruk.

Jadi, saya minta kepada top management BII untuk membuka hati dan nuraninya untuk saya sebagai nasabahnya yang telah mempunyai itikat baik untuk melunasi tagihan BII credit card. Terima kasih.

Samudra Santoso Amar
Perumahan Balikpapan Regency Blok CE7 No 1
Balikpapan
santo.amar@cegelec.com
08125395254



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?