Jumat, 06/11/2009 15:49 WIB
Seharusnya Gedung Bank Niaga Cabang Cikini Ada CCTV
Nani Ruswandi dan Suami - suaraPembaca
/ist.
Jakarta -
Peristiwa ini terjadi hari Selasa, tanggal 03 Nopember 2009. Sebetulnya saya sudah mengikhlaskan tapi pas saya fikir ulang ada perlakuan pihak Bank Niaga yang tidak mengenakan.
Pagi itu saya masuk ke Bank Niaga dengan tujuan melakukan pembayaran kredit card Niaga via ATM yang kebetuluan ATM tersebut ada dalam gedung Bank Niaga Cabang Cikini. Oleh karena saya tidak sempat ke kantor dulu seluruh bawaan masih saya tenteng.
Salah satunya handphone (HP) baru Nexian Berry G911 (baru 5 hari beli) yang sudah saya kemas dalam dus/ karton lengkap dengan accessories, kartu garansi, dan faktur pembelian karena bermaksud akan menjual untuk tukar tambah sama teman. HP yang masih dalam kemasan tersebut hanya dibalut dengan kresek putih transfaran digabung dengan buku marketing.
Karena merasa ribet pas saat ngambil dompet untuk mengeluarkan ATM dan card (credit card yang akan dibayar) kresek berisi HP dan buku tersebut saya taruh di atas mesin ATM. Setelah selesai melakukan pembayaran saya sudah tidak ingat bahwa saya menaruh kresek di atas mesin ATM.
Saya keluar langsung sambil sibuk memasukkan ATM, card, dan bukti pembayaran seraya saya keluar. Satpam membukakan pintu tanpa mengingatkan bahwa barang saya ketinggalan (saya tidak tahu waktu itu apakah dia memperhatikan setiap nasabah dengan seksama apa yang dibawa nasabah atau tidak).
Dari Bank Niaga saya langsung menuju kantor saya karena jaraknya tidak terlalu jauh. Pas sampai kantor selang beberapa menit saya baru ingat bahwa kresek berisi HP dan buku ketinggalan di ATM Niaga.
Dengan paniknya saya langsung menuju ke Bank Niaga dengan harapan barang saya masih ada mengingat masih pagi dan belum terlalu banyak nasabah. Sebagai informasi saya keluar dari Bank Niaga jam 08.07 dan ingat barang saya ketinggalan di kantor sekitar 08.20, balik ke Bank Niaga jam 08.25.
Pas sampai di sana saya menanyakan kepada Satpam dan mereka menjawab (kebetulan ada dua orang) bahwa mereka tidak melihat. Bahkan, memastikan saya tidak bawa barang apa dan dia menyarankan saya untuk mengingat-ingat. Oleh karena saya masih bingung dan gugup saya kembali lagi ke kantor.
Tapi, merasa tidak puas dengan jawaban satpam tadi saya balik lagi dan saya mulai menyampaikan komplain. Bahkan, saya menekankan ini seharusnya bisa diawasi karena nasabah belum terlalu banyak (biasanya Bank Niaga mulai buka jam 08.30). Dia mengelak tetap tidak melihat dan menjamin setiap barang ketinggalan katanya tidak pernah hilang. Ya, sudahlah daripada saya berdebat sama satpam akhirnya saya mengalah pulang ke kantor karena sudah ditunggu tugas.
Namun, karena tetap meresa tidak puas saya berharap Bank Niaga punya CC-TV yang bisa memantau setiap nasabah masuk dan bisa melihat bahwa saya membawa barang, ketinggalan, dan mungkin bisa melihat siapa yang menyelamatkanya (alias mengambil).
Saya menghubungi Bank Niaga dan berbicara langsung dengan salah satu Pimpinan Cabang tersebut. Jawabanya sama karena dia juga mengandalkan laporan dari satpam. Saya heran. Kok, bisa-bisanya mereka menjamin keamanan tapi tidak punya CC-TV (tidak seperti ATM bank lainnya). Berarti bener-bener tergantung dari satpamnya yang notabene secara manusia pasti ada lengahnya.
Yang ingin saya garis bawahi adalah:
1. Perlakuan satpam yang tidak memberikan empati kepada nasabah yang kehilangan barang. Malah ngotot adu argumetasi yang seolah-olah nasabah mengada-ngada. Menurut saya seharusnya sabagai keamanan Bank Niaga bisa 'do something' jika ada hal-hal yang menimpa nasabahnya. Apalagi kejadian ini seharusnya bisa ditelusuri mengingat masih pagi dan belum terlalu banyak lalu lalang nasabah yang masuk ke Gedung Bank Niaga.
2. Seharusnya satpam lebih bisa mendengar untuk memberikan kesempatan nasabah menyampaikan masalahnya. Atau bahkan mempersilahkan diselesaikan dalam ruangan komplain. Tidak didiamkan begitu saja.
3. Rasa penghargaan terhadap barang nasabah yang hilang seharusnya tidak memandang nilai (meskipun barang yang hilang nilainya cuma Rp 1,000.00) yaitu tetap dengan memperlakukan secara sopan dan berempati, mengambil tindakan usaha meskipun hasilnya belum tentu sesuai yang diharapkan (minimal sudah kelihatanlah usahanya).
4. Jaminan keamanan yang bisa membuktikan satu-satunya seharusnya ada CC-TV. Jadi kalau pun barang itu sudah pindah tangan minimal saya melihat siapa yang mengambilnya.
Demikian saya sampaikan. Semoga Bank Niaga Cabang Cikini bisa memperbaikinya. Terima kasih.
Hormat saya,
Nani Ruswandi dan Suami,
PT A Kasoem Pinoneer Optik Jakarta
monotoque@gmail.com
08170042781
(msh/msh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :