detikcom

Berapa Lama Service Besar Yamaha Membutuhkan Waktu

T Bachtiar - suaraPembaca
Selasa, 10/11/2009 12:54 WIB
FOTO: /photobucket
Jakarta - Tanggal 8 Nopember 2009 saya berencana melakukan service besar pada Bengkel Resmi Yamaha. Kira-kira pada pukul 11.30 siang, Sinargo Motor, Bengkel Resmi Yamaha di kawasan Kelapa Gading menolak dengan alasan akan memakan waktu lama. Padahal antrian pada saat itu bisa dikatakan sepi.

Keesokan harinya kembali mendatangi bengkel tersebut pada jam yang kurang lebih sama. Namun, tetap ditolak dengan alasan yang sama. Meskipun kondisi antrian pada saat itu sepi. Oleh karena ditolak pada bengkel tersebut saya mencari bengkel resmi Yamaha lainnya yaitu Aman Jaya di Jl Tipar Cakung dan lagi-lagi ditolak dengan alasan sama.

Sangat mengecewakan purna jual Yamaha. Lalu, ke mana saya harus melakukan service besar selain pada bengkel resmi. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk service besar. Sungguh alasan yang tak masuk akal. Mohon Yamaha sebagai Principal memperhatikan dan mengawasi bengkel resminya.

T Bachtiar
Semper Barat Cilincing Jakarta Utara
t.bachtiar@gmail.com
087878389308



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 31/03/2015 07:06 WIB
    Warisan yang Harus Diganti
    Kemacetan yang terjadi di beberapa kota besar seperti DKI Jakarta sudah merupakan suguhan yang biasa buat orang-orang yang tinggal atau bekerja di kota tersebut maupun di daerah sekitarnya (Bodetabek).
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%
Poling Index »

Setujukah Anda dengan pemblokiran situs-situs online yang dinilai BNPT radikal?