detikcom

Berapa Lama Service Besar Yamaha Membutuhkan Waktu

T Bachtiar - suaraPembaca
Selasa, 10/11/2009 12:54 WIB
FOTO: /photobucket
Jakarta - Tanggal 8 Nopember 2009 saya berencana melakukan service besar pada Bengkel Resmi Yamaha. Kira-kira pada pukul 11.30 siang, Sinargo Motor, Bengkel Resmi Yamaha di kawasan Kelapa Gading menolak dengan alasan akan memakan waktu lama. Padahal antrian pada saat itu bisa dikatakan sepi.

Keesokan harinya kembali mendatangi bengkel tersebut pada jam yang kurang lebih sama. Namun, tetap ditolak dengan alasan yang sama. Meskipun kondisi antrian pada saat itu sepi. Oleh karena ditolak pada bengkel tersebut saya mencari bengkel resmi Yamaha lainnya yaitu Aman Jaya di Jl Tipar Cakung dan lagi-lagi ditolak dengan alasan sama.

Sangat mengecewakan purna jual Yamaha. Lalu, ke mana saya harus melakukan service besar selain pada bengkel resmi. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk service besar. Sungguh alasan yang tak masuk akal. Mohon Yamaha sebagai Principal memperhatikan dan mengawasi bengkel resminya.

T Bachtiar
Semper Barat Cilincing Jakarta Utara
t.bachtiar@gmail.com
087878389308



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?