detikcom

Nomor Seat Lion Air Tidak Sesuai dan Boarding Pass Tidak Kembali

Anang - suaraPembaca
Selasa, 10/11/2009 13:34 WIB
FOTO: /ist.
Jakarta - Pada tanggal 8 November 2009 saya melakukan perjalanan Jakarta ke Jayapura menggunakan  Lion Air dengan nomor penerbangan JT798. Saya check in pukul 19.55 WIB dan jadwal terbang pesawat jam 22.15 WIB. Ketikan check in saya mendapat seat 20D. Anehnya ketika di dalam pesawat ada orang lain yang seat-nya juga 20D. Hal ini juga dialami oleh beberapa penumpang yang lain.

Saat itu saya melaporkan kepada pramugari. Kemudian kami diatur sedemikian rupa sehingga ada sebagian penumpang duduk di tempat yang tidak sesuai dengan seat yang tertera di boarding pass. 

Saat itu Pramugari bernama "Chintya" juga meminta boarding pass saya dan beberapa penumpang yang seat-nya sama. Anehnya ketika saya mau turun dari pesawat untuk transit di Makasar boarding pass saya tidak dikembalikan.

Saya sudah mencoba untuk memintanya kepada pramugari tetapi jawabannya, "langsung saja, Pak, diambil di tempat pelaporan transit". Bahkan, saya memintanya sampai dua kali dengan diketahui penumpang di sebelah saya.
 
Ketika saya sampai di meja pelaporan transit saya minta boarding pass tersebut. Tapi, petugas di situ menjawab, "kami tidak tahu, pramugari sudah ganti, dan tidak diserahkan kepada kami. Mungkin dibawa sama pramugari yang tadi".

Di situ saya tetap meminta boarding pass tersebut karena itu merupakan bukti perjalanan dinas yang harus saya pertanggungjawabkan ke kantor. Tetapi, petugas yang ada tetap tidak bisa membantu dan juga tidak ada solusi. Saya diminta naik pesawat. Katanya kemungkinan boarding pass-nya ada di pesawat.

Sesudah sampai di dalam pesawat saya melaporkan hal ini kepada pramugari dan meminta boarding pass tersebut. Pramugari menjawab tidak tahu. Petugas security yang ada di pesawat malah mengatakan, "Bapak harusnya tadi meminta kepada pramugarinya, kami hanya petugas ujung, jadi tidak tahu apa-apa dan bukan kesalahan kami" (saat pesawat belum take off, masih mengatur penumpang).

Saya tetap meminta boarding pass tersebut karena itu memang hak saya sebagai
penumpang dan merupakan bukti perjalanan yang akan saya pertanggungjawabkan di kantor saya. Anehnya saya justru diberi boarding pass baru yang pasti baru saja di-print dan tidak sama dengan boarding pass saya yang pertama.

Sampai sekarang saya belum menerima boarding pass yang merupakan hak saya dan sangat saya perlukan untuk pertanggungjawabkan di kantor. Saya merasa dirugikan dengan kejadian ini dan berharap agar ada perbaikan sistem pelayanan di Lion Air. Terima kasih.

Anang
Jl Anggrek Rosliana 39 Jakarta Barat
anangka@gmail.com
081932931999


(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Rabu, 20/05/2015 07:19 WIB
    Penggiat Buku untuk Kebangkitan Nasional
    Arah perjalanan awal kebangkitan nasional dipelopori Van Ophuijsen atau dikenal Boedi Oetomo didirikan oleh Dr. Soetomo dan digagas oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
89%
Kontra
11%
Poling Index »

Puaskah Anda terhadap kinerja DPR sekarang?