detikcom

Solusi Pencairan Deposito BPR KS Jangan Memberatkan Deposan

Ira Yuta - suaraPembaca
Selasa, 17/11/2009 16:27 WIB
FOTO: /ist.
Jakarta - Sedih, kesel, sebel, kecewa. Itu kata kata yang pantas saya bilang untuk perasaan saya saat ini.

Saya adalah pemilik deposito di BPR KS Bandung yang jatuh tempo pada tanggal 17 setiap bulannya. Satu bulan yang lalu saya ada rencana akan mencairkan deposito tersebut karena saya akan pindah ke Papua. Mengingat BPR KS tidak ada cabangnya di Papua akhirnya saya berniat memberikan kuasa kepada sepupu saya Shintya.

Oleh karena saya tidak mengetahui syarat untuk pencairan melalui kuasa akhirnya tanggal 10 Oktober saya telepon ke Call Centre BPR KS. Penerima adalah Sdr Ridwan. Saya tanyakan syarat apa saja yang perlu saya lengkapi untuk pencairan deposito melalui kuasa. Beliau mengatakan syaratnya adalah "Surat Kuasa" bermaterai, Bilyet Deposito Asli, KTP asli saya.

Pada 12 Oktober 2009 saya telepon kembali ke BPR KS dan diterima oleh Sdr Ria, dengan menanyakan hal yang sama. Sdr Ria pun menjawab dengan jawaban yang sama pula dengan Sdr Ridwan. Akhirnya saya buat Surat Kuasa bermaterai. Tanggal 13 Oktober 2009 saya berangkat ke Papua dengan hati aman karena saya anggap clear untuk urusan pencairan deposito tersebut.

Hari Selasa, 17 November 2009 sepupu saya Shintya akan mencairkan deposito tersebut. Ternyata pihak BPR KS menyatakan deposito saya tidak dapat dicairkan dengan alasan "Bilyet Deposito Tidak Saya Tandatangani", dan Surat Kuasa Tidak dilegalisasi. 

Saya sama sekali tidak pernah mendengar informasi tersebut. Dan, BPR KS tetap bersikeras kalau deposito dapat dicairkan apabila saya telah melegalisasikan Surat Kuasa. Saya jelaskan pelan-pelan apa arti legalisasi tersebut.

"Bahwa saya sebagai pemberi kuasa dan penerima kuasa harus hadir di hadapan notaris yang melegalisasinya". Sedangkan saya di Papua dan sepupu saya di Bandung. Dari awal saya tidak pernah menerima informasi tersebut. Kenapa tiba-tiba saat saya mau mencairkannya informasi itu baru sampai kepada saya.

Saya sangat kecewa dengan pelayanan BPR KS di Bandung Kantor Pusat Jl Abdulrahman Saleh. Mereka menyalahi UU mengenai Perlindungan Konsumen. Sama sekali informasi tersebut tidak saya 'terima'. Sekarang dalam keadaan kondisi ini pihak BPR KS tetap bersikeras bahwa saya harus melegalisasi surat kuasa.

Please dong untuk BPR KS. Kalau memberi solusi itu jangan memberatkan deposannya. Toh, saya telah terima info tersebut dari pihak BPR KS sendiri kan? Atas perhatian dan kerja sama yang baik saya ucapkan terima kasih.

Ira Yuta
Cikawao Dalam 1 No 5 Bandung
angle_rara@yahoo.com
081322221018



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 20/12/2014 16:04 WIB
    Kemaritiman: Saatnya Mewujudkan Cita-cita Mulia Suharto yang Tertunda
    Hari-hari ini kita membaca dan mendengar pembicaraan tentang kemaritiman di media massa tengah hangat-hangatnya. Tentu antusiasme pejabat dan pemangku untuk membenahi sektor kelautan membuncah, campur aduk antara pesimisme dan optimisme perlu kita dukung meskipun terkesan terlambat.
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
54%
Kontra
46%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?