detikcom

Klarifikasi Pembuatan Paspor di Imigrasi Tangerang Banten

Alvian - suaraPembaca
Selasa, 08/12/2009 16:15 WIB
FOTO: /ist.
Jakarta - Kepada Humas Ditjen Imigrasi Yth,

Sehubungan dengan surat pembaca saya yang dimuat pada tanggal 25/11/2009, pada tanggal 1 Desember 2009 saya telah menerima paspor anak dan istri saya. Pada saat yang bersamaan Bapak Antroispermy (kalau saya tidak salah ingat), telah mengklarifikasi permasalahan yang terjadi dengan ramah.

Adapun informasi yang saya dapat dari beliau adalah sebagai berikut:

1. Mengenai map kuning dan map merah yang terjadi sebenarnya adalah adanya gangguan pada sistem yang menyebabkan map kuning susah diakses sehingga petugas mengerjakan map merah terlebih dahulu yang lebih mudah dikerjakan.

2. Mengenai permasalahan lamanya pengerjaan paspor yang memakan waktu hingga 7 hari, hal ini disebabkan karena membludaknya permintaan pembuatan paspor yang melebihi dari kapasitas kemampuan mesin cetak paspor yang terbatas.

3. Mengenai ketidakramahan petugas, hal tersebut mungkin disebabkan karena kelelahan yang terjadi karena load kerja yang tinggi karena membludaknya permintaan pembuatan paspor yang terjadi.

Atas informasi beliau, saya mengucapkan terima kasih dan sekaligus apabila diperkenankan saya ingin memberi saran kepada Ditjen Imigrasi sebagai berikut:

1. Ada baiknya dibuat sistem yang lebih sempurna agar tidak terjadi gangguan yang tidak diperlukan (terlebih apabila load pekerjaan sedang tinggi).

2. Sediakan mesin cetak paspor cadangan yang sewaktu-waktu bisa digunakan ketika load permintaan tinggi. Atau dibuat sistem cetak silang (apabila kanim "A" sedang tinggi bisa dibagi pencetakan paspornya ke kanim "B" yang lokasinya terdekat). Atau apabila memang diperkenankan buatlah sistem lembur agar pelayanan bisa lebih maksimal sesuai peraturan yang berlaku.

3. Apabila ada permasalahan di suatu Kantor Imigrasi, harap dibuat pengumuman tertulis di kantor yang bersangkutan agar masyarakat dapat mengetahui dan memaklumi permasalahan yang ada.

Demikian informasi dari saya. Semoga hal ini dapat memperjelas permasalahan yang ada dan dapat lebih meningkatkan kinerja imigrasi Indonesia menjadi lebih baik sebagai gerbang terdepan negara Indonesia. Terima kasih.

Salam,
Alvian
Citra Raya Blok U2A No 2 Banten
alvian@yahoo.com
08569800368



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 31/03/2015 07:06 WIB
    Warisan yang Harus Diganti
    Kemacetan yang terjadi di beberapa kota besar seperti DKI Jakarta sudah merupakan suguhan yang biasa buat orang-orang yang tinggal atau bekerja di kota tersebut maupun di daerah sekitarnya (Bodetabek).
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%
Poling Index »

Setujukah Anda dengan pemblokiran situs-situs online yang dinilai BNPT radikal?