detikcom

Perbaikan dan Evaluasi Harga Langganan Speedy Untuk Bapak Moh Badai

Retno Dyah Arumsari - Manajer Divisi Komunikasi - suaraPembaca
Rabu, 09/12/2009 14:57 WIB
FOTO: /ist.
Jakarta - Menanggapi surat pembaca Bapak Moh Badai yang dimuat Detik.Com tanggal 26 Nopember 2009 dengan judul "Membutuhkan Perbaikan Serta Evaluasi Harga Langgan Speedy", atas nama Manajemen TELKOM Divre II Jakarta, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelayanan TELKOM yang Bapak rasakan.

Dapat kami jelaskan bahwa Bapak Moh Badai memilih layanan Speedy paket promo dengan Gimmick Free abonemen pada bulan ke satu setelah aktifasi dan diskon abonemen Rp
125.,000 + PPN 10% dari tagihan bulan ke dua. Setelah itu tagihan akan berubah menjadi normal kembali sebesar Rp 195,000 + PPN 10% pada bulan berikutnya.

Telkom telah menjelaskan kepada Bapak Moh Badai atas permasalahan yang dialami dan yang bersangkutan dapat menerima penjelasan tersebut. Dengan demikian permasalahan Bapak Moh Badai telah diselesaikan dengan baik.

Demikian disampaikan. Atas perhatian dan kepercayaan Bapak kepada TELKOM kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
Retno Dyah Arumsari
Manager Divisi Komunikasi DIVRE II Jakarta

(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%
Poling Index »

John F Kennedy menyatakan "My loyality to my party ends where my loyality to the country begins" VS Megawati yang mengatakan "Presiden dan wapres memang sudah sewajarnya menjalankan garis kebijakan politik partai". Pilih mana?