detikcom

Penjelasan Perincian Biaya Vayatour untuk Bapak Daniel Kristianto

Shirley Teguh - Tour Manager - suaraPembaca
Selasa, 22/12/2009 14:04 WIB
FOTO: /ist.
Jakarta - Berkenaan dengan surat pembaca yang dilayangkan oleh Bapak Daniel Kristianto untuk acara Vayatour Bangkok Mania, di mana terdapat perbedaan perincian biaya pada saat pemesanan paket dengan pelunasan biaya tour, Vayatour sudah menghubungi Bapak Daniel untuk menjelaskan perbedaan tersebut. Bapak Daniel telah menerima dengan baik penjelasan yang diberikan.

Ada pun perbedaan tersebut timbul karena kenaikan airport tax yang  dibebankan oleh pihak maskapai penerbangan kepada penumpang.

Oleh sebab itu, permasalahan ini telah selesai dengan baik antara Vayatour dengan Bapak Daniel, dan Bapak Daniel dan keluarga tetap  berlibur menggunakan jasa Vayatour di akhir tahun ini. Terima kasih.

Shirley Teguh
Tour Manager
Vayatour


(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?