detikcom

Air Asia Kurang Serius Menangani Pelanggan yang Hilang Bagasi

M Wahab S - suaraPembaca
Sabtu, 02/01/2010 15:45 WIB
Jakarta - Tanggal 9 Oktober 2009 kami kehilangan satu dari tujuh kopor kami dalam penerbangan dari Singapura ke Kuala Lumpur dengan menggunakan Air Asia AK 720. Kami sudah melaporkan ke bagian Lost And Found LCCT Kuala lumpur dengan report ID BAHKUL 09A02825.

Setelah batas waktu yang ditentukan (14 hari) kopor yang berisikan pakaian dan belanjaan anak saya itu tidak terlacak. Akhirnya pihak Air Asia berjanji akan mengganti rugi sebesar RM 93 seiap kg. Akan tetapi saya menolak karena saya merasa besarnya ganti rugi yang diberikan terlalu kecil dibandingkan dengan besar kerugian kami. Kami merasa besar penggantian ditentukan secara sepihak.

Di luar bahwa kasus ini 100% adalah kesalahan pihak Air Asia dalam meng-handle barang dan juga besaran yang akan diberikan. Ada hal hal lain benar-benar sangat mengecewakan saya antara lain:

1. Selama proses tidak pernah ada staff Air Asia yang berusaha untuk menghubungi saya dan menjelaskan sampai di mana proses pelacakan itu berlangsung. Saya yang aktif untuk menghubungi mereka yang line teleponnya sangat-sangat jarang diterima.

2. Saya merasa dipingpong mengenai tanggung jawab apakah pihak Air Asia Malaysia, Singapura, atau Indonesia.

3. Melalui Call Centre Air Asia saya menanyakan tentang email yang untuk masalah ini agar segera tertangani. Akan tetapi ada 4 alamat email yang diberikan yang saya dapatkan dalam 4 kali kesempatan bertanya dalam waktu yang berbeda semuanya tidak valid. Sungguh ironis Call Center Officer tidak mengetahui hal ini.

Saya berharap Air Asia 'serius' dalam menangani kasus ini. Saya sudah beritahukan kepada Ibu Iin petugas Lost and Found Bandara Sukarno Hatta Cengkareng supaya lawyer saya dipertemukan dengan siapa pun yang bisa mewakili pihak Air Asia. Tetapi, hal itu pun tidak mendapatkan tanggapan dengan baik. S

aya sungguh sangat tersinggung dengan pelayanan dan tindakan pihak Air Asia dalam menangani kasus kehilangan bagasi ini. Terima kasih.

M Wahab S
Jl Klayan E9/10 Bekasi
dhackerz@gmail.com
08128889810



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?