detikcom

Tetap Meminta Penutupan Kartu Kredit Mega Visa Segera

Wisnu Prasetyo - suaraPembaca
Sabtu, 16/01/2010 16:30 WIB
Jakarta - Saya adalah pemegang kartu kredit Visa Bank Mega dengan nomor kartu: 4201 9201 SSSS SSSS. Pada hari Selasa, tanggal 22 Desember 2009 saya menghubungi Call Center Bank Mega (Mega Call) di nomor: (021) 7917 5555 sekitar pukul 19.25 dan diterima oleh staff Mega Call yang bernama Sdr Moris (entah nama sebenarnya atau bukan).

Pada waktu pembukaan kartu kredit saya tidak pernah di informasikan oleh pihak marketing bahwa kartu yang saya miliki adalah kartu cicilan tetap di mana setiap bertransaksi Rp 300,000 atau lebih. Maka transaksi tersebut akan secara otomatis diubah menjadi cicilan tetap 0% selama 6 bulan.

Setelah kartu saya ada pemakaian dan setelah saya menerima Billing Statement Mega Visa saya kaget. Karena terdapat 2 (dua) transaksi yang diubah menjadi cicilan tetap selama 6 bulan 'tanpa adanya konfirmasi' dari saya sebagai pemilik kartu. Pada saat saya komplain dan ingin mengubah transaksi tersebut menjadi transaksi biasa staf Mega Call yang bernama Sdr Moris tersebut mengatakan 'tidak bisa'.

Terus terang sebagai nasabah saya merasa dirugikan. Saya harus menunggu investigasi dahulu selama 7 hari. Setelah hari ke 7 tetap saja saya belum menerima telepon konfirmasi dari pihak Bank Mega mengenai komplain saya.

Lalu kartu Mega Visa tersebut saya coba pakai kembali untuk pembelanjaan retail di toko emas. Namun, kartu Mega Visa saya tidak dapat digunakan. Padahal limit kartu belum 20%  terpakai dari limit yang tersedia.

Saya telepon Mega Call yang diterima oleh petugas yang bernama Sdr Danar. Dikatakan bahwa kartu saya sudah diblokir oleh pihak manajemen tanpa alasan yang jelas. Sungguh mengecewakan. Lalu, saya katakan bahwa saya ingin menutup kartu saya tersebut dan dijawab oleh Sdr Danar bahwa saya harus membuat Surat Permohonan untuk Pelunasan Cicilan dan Penutupan Kartu Mega Visa baru permintaan bisa diproses oleh pihak Bank Mega.

Pada tanggal 05 Januari 2010 saya mengirimkan Surat Permohonan untuk Pelunasan Cicilan dan Penutupan Kartu (terlampir) lewat faksimili ke nomor (021) 791 5567 disertai dengan bukti pembayaran yang dilakukan tanggal 27 Desember 2009.

Tanggal 06 Januari 2010 pukul 17.10 WIB saya menghubungi Megacall kembali yang diterima oleh Sdr Namira dan dijanjikan bahwa permohonan saya sedang 'on proses' dan maksimal 7 hari kerja saya akan dihubungi oleh Bagian Penutupan Kartu. Namun, hingga surat ini dibuat saya tidak pernah dihubungi oleh Bagian Penutupan Kartu Mega Visa.

Sungguh sangat mengecewakan. Apakah seperti ini bentuk pelayanan dari sebuah Bank Besar.  Saya tetap meminta kartu kredit Mega Visa saya segera ditutup. Terima kasih.

Wisnu Prasetyo
Jl H Baping Jakarta Timur
w.prasz@yahoo.co.id
081384016630


(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?