detikcom

Penyelesaian Masalah dari Sampit TV One Tidak Muncul di Indovision

Handiomono - Head of Corporate Communication - suaraPembaca
Jumat, 05/02/2010 17:05 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Terima kasih atas surat dari Bapak Roby Alyansyah (Detik.com, 28 Januari 2010). Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi karena adanya masalah teknis.

Perlu kami informasikan bahwa permasalahan yang dihadapi Bapak Roby telah diselesaikan dengan baik. Kunjungan teknisi sudah dilakukan pada tanggal 3 Februari 2010.

Penjelasan serta permohonan maaf dapat diterima dengan baik. Indovision sangat berterima kasih kepada Bapak Roby atas saran dan masukan yang diberikan kepada kami.

Indovision selalu menganggap saran dan kritik adalah bagian terpenting guna meningkatkan pelayanan kami terhadap pelanggan. Terima kasih.

Handiomono
Head of Corporate Communication
PT MNC Sky Vision



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?