detikcom

Menerima Tagihan HSBC Visa yang Sudah Tutup Setahun Lalu

Pemilik kartu kredit HSBC - suaraPembaca
Jumat, 12/02/2010 15:04 WIB
Jakarta - 10 Februari 2010 saya sangat terkejut menerima surat tagihan kartu kredit HSBC Visa yang sudah ditutup lebih setahun dan kartu tersebut sudah saya gunting dan buang. Di tagihan tersebut tercantum 300,000 plus biaya 11,550. Saya memutuskan untuk tidak membayar tagihan ini.

Berulang kali saya hubungi Call Center HSBC tetapi sulit terhubung ke operator Customer Service disebabkan menu-menu yang tersedia langsung tersambung ke mesin penjawab otomatis. Akhirnya 10 Februari 2010 20:40 saya mencoba menu "Aktivasi Kartu Kredit" dan tersambung ke Sdr Diana untuk mendapat penjelasan.

Ternyata di dalam sistim bank HSBC kartu Visa yang sudah ditutup setahun yang lalu masih aktif. Saya menjadi "tidak percaya" dengan jawaban tersebut. Saya meminta supaya kartu tersebut ditutup saja dan sekalian kartu HSBC Mastercard lainnya.

Saya mencari kembali semua catatan lama dan di catatan saya tertulis kartu HSBC Visa telah ditutup 3 November 2008 dan sudah dikonfirmasi kembali 18 November 2008.

Bagaimana sistim kerja di HSBC yang dapat mengaktifkan kembali kartu lama. Apakah ini adalah salah satu trik untuk menambah nasabah. Apakah ini adalah salah satu trik untuk menambah penghasilan dari biaya anggota.

Itulah beberapa pertanyaan yang masih ada di pikiran saya. Saya tidak bisa mendapatkan email maupun nomor faksimili Customer Service HSBC untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan di atas.

Saya tidak pernah mengalami masalah seperti ini dengan 9 kartu kredit bank lain. Pengalaman ini benar-benar membuat saya sangat tidak percaya akan semua layanan dari bank HSBC.

Saya ingin berbagi pengalaman ini dengan pembaca lainnya supaya selalu berhati-hati dan harus menyimpan setiap catatan dari transaksi bank HSBC untuk beberapa tahun.

Pemilik kartu kredit HSBC,
Visa 4472 1111 0179 6502
Mastercard 5184 9401 0363 1556



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?