detikcom

Hanya Ingin Membatalkan Asuransi Kartu Kredit Bumiputera

Maria - suaraPembaca
Jumat, 19/02/2010 18:15 WIB
Jakarta - Pada hari ini Jumat, 19 Februari 2010 saya menerima telepon untuk penawaran asuransi proteksi kartu kredit Bumiputera dari Sdr Hegam dari nomor telepon 021 27535600. Setelah menjawab dan menyetujui untuk ikut asuransi proteksi kartu kredit Bumiputera saya merasa ada kejanggalan. Maka saya 'google' nomor telepon tersebut dan menemukan beberapa berita yang tidak mengenakan.

Maka saya telepon lagi ke Customer Service Bumiputera sebanyak dua kali. Pertama adalah untuk menanyakan apakah benar ada penawaran asuransi untuk kartu kredit Bumiputera. Customer Service tersebut (yang saya lupa namanya) menjawab benar. Dengan dibantu oleh suara kedua dari belakangnya dan hal itu membuat saya lebih tidak nyaman lagi.

Tidak lama saya menutup telepon dari Customer Service Bumiputera. Saya iseng menelepon lagi untuk membatalkan asuransi tersebut. Telepon diangkat oleh Sdr Ahmad yang sama sekali tidak profesional dan tidak memberikan solusi.

Sdr Ahmat hanya mengatakan Ibu tinggal telepon saja ke asuransinya untuk membatalkan. Saya mengatakan nomor teleponnya sama sekali tidak dapat dihubungi. Nomor telepon 02127535600 sibuk terus. Nomor telepon 02152996007 masuk nada faksimili. Lalu Sdr Ahmad dengan nada tidak menyenangkan menyatakan bahwa saya dapat mendatangi kantor asuransinya.

Hanya untuk pembayaran Rp 86,000 per bulan yang ditagihkan ke tagihan kartu kredit saya yang ingin saya batalkan saya harus repot-repot melakukan hal tersebut. Seharusnya pihak Bank Bumiputera bisa menawarkan solusi yang lebih efisien daripada menyuruh customer-nya untuk menghubungi dan mendatangi pihak Asuransi.

Lagipula kan customer yang membayar tagihan premi tiap bulan dan memberikan keuntungan kepada pihak Bank Bumiputera. Kenapa jadi customer yang disusahkan begini ketika mau membatalkan. Mohon penjelasan dari pihak Bank Bumiputera. Terima kasih.

Maria
Rasuna Said Jakarta Selatan
maria.panggih@rabobank.com
02191988383



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?