detikcom

Penjelasan Keluhan Kualitas Air Daur Ulang di Rusunami City Park

Meyritha Maryanie - Corporate Communication Head - suaraPembaca
Kamis, 04/03/2010 16:39 WIB
FOTO: /ilustrasi ist.
Jakarta - Menanggapi keluhan Bapak Dedi selaku penghuni Apartemen Bersubsidi Citi Park Cengkareng Jakara Barat, yang dimuat di situs Detik.com edisi Jumat, 12 Februari 2010, dengan judul "Kualitas Licin Air Daur Ulang di Rusunami City Park", dengan ini dapat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Bapak Dedi selaku penghuni Apartemen (Rusunami) bersubsidi Citi Park Tangerang, Jakarta Barat untuk menggunakan layanan jasa air bersih PALYJA.

Pada kesempatan ini dapat kami informasikan bahwa:

- Pelaksanaan penyambungan air bersih PALYJA secara tuntas untuk Rusunami (tahap 1) Citi Park Cengkareng Jakarta Barat secepatnya akan dilakukan PALYJA apabila pembangunan booster pump Cengkareng telah selesai dilaksanakan oleh pihak Perum Perumnas.
- Pembangunan booster pump Cengkareng merupakan tanggung jawab dari Perum Perumnas.
- Mengenai pembayaran biaya pemasangan sambungan baru untuk Rusunami tahap 1 sebesar Rp 227,185,288 sudah diterima PALYJA.

Untuk itu kami mohon kesabaran dan pengetian dari pihak penghuni Apartemen (Rusunami) bersubsidi Citi Park Cengkareng Jakarta Barat.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan pengertiannya diucapkan terima kasih.

Hormat kami,
Meyritha Maryanie
Corporate Communications Head
PT PAM LYONNAISE JAYA



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?