detikcom

Penjelasan Keluhan Kualitas Air Daur Ulang di Rusunami City Park

Meyritha Maryanie - Corporate Communication Head - suaraPembaca
Kamis, 04/03/2010 16:39 WIB
FOTO: /ilustrasi ist.
Jakarta - Menanggapi keluhan Bapak Dedi selaku penghuni Apartemen Bersubsidi Citi Park Cengkareng Jakara Barat, yang dimuat di situs Detik.com edisi Jumat, 12 Februari 2010, dengan judul "Kualitas Licin Air Daur Ulang di Rusunami City Park", dengan ini dapat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Bapak Dedi selaku penghuni Apartemen (Rusunami) bersubsidi Citi Park Tangerang, Jakarta Barat untuk menggunakan layanan jasa air bersih PALYJA.

Pada kesempatan ini dapat kami informasikan bahwa:

- Pelaksanaan penyambungan air bersih PALYJA secara tuntas untuk Rusunami (tahap 1) Citi Park Cengkareng Jakarta Barat secepatnya akan dilakukan PALYJA apabila pembangunan booster pump Cengkareng telah selesai dilaksanakan oleh pihak Perum Perumnas.
- Pembangunan booster pump Cengkareng merupakan tanggung jawab dari Perum Perumnas.
- Mengenai pembayaran biaya pemasangan sambungan baru untuk Rusunami tahap 1 sebesar Rp 227,185,288 sudah diterima PALYJA.

Untuk itu kami mohon kesabaran dan pengetian dari pihak penghuni Apartemen (Rusunami) bersubsidi Citi Park Cengkareng Jakarta Barat.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan pengertiannya diucapkan terima kasih.

Hormat kami,
Meyritha Maryanie
Corporate Communications Head
PT PAM LYONNAISE JAYA



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
40%
Kontra
60%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?