detikcom

Menanyakan BlackBerry (Onyx) Three yang Dikatakan 'Palsu'

Bobby Stiven - suaraPembaca
Selasa, 09/03/2010 14:36 WIB
FOTO: /ilustrasi ist.
Jakarta - Hari Minggu, 7 Maret 2010 saya dan keluarga berkunjung ke Mal Kelapa Gading. Pada hari itu memang saya berniat untuk membeli BlackBerry Bold 2 9700 (Onyx). Ketika sudah mengunjungi beberapa kounter di sana tibalah saya di sebuah toko bernama "Arena" yang menawarkan saya BlackBerry garansi 3 resmi dengan segel, perdana, dan warranty card Three yang menyebutkan lokasi Three Store di Indonesia. 
 
Senang sekali bisa mendapat BlackBerry Onyx Three tersebut karena memang saya pengguna pasca bayar Three dan mendapatkan handheld operator kebanggaan saya. Kegembiraan saya tersebut tidak berlangsung lama ketika saya hendak mencari informasi dari Customer Service 3 di nomor 100. Sebanyak tiga kali saya dikecewakan dengan jawaban yang diberikan. 
 
Pertama, dikatakan bahwa BlackBerry Onyx saya adalah 'palsu' karena 3 belum merilis handheld tersebut. Kedua, dikatakan bahwa kalau terjadi apa-apa silahkan bawa ke toko yang bersangkutan karena Three tidak bertanggungjawab akan itu. Dan, terakhir dikatakan bahwa saya salah karena membelinya di toko bukan di Three Store. 
 
Alangkah tidak profesional jawaban tersebut kepada saya. Apakah saya sebagai konsumen harus mengecek seluruh Three Store terlebih dahulu sebelum membeli produk Three. Seperti yang saya ketahui bahwa bundling operator lain tidak mengharuskan untuk membeli handheld BlackBerry di Official Store mereka. 
 
Mohon pihak Three Indonesia untuk memberikan tanggapan terhadap keluhan saya. Terima kasih. 
 
Bobby Stiven
Pantai Indah Kapuk Jakarta
mtv_utt@hotmail.com
08999999233
 


(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
65%
Kontra
35%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?