detikcom

Daya Tahan Kamera Canon IXUS 85 IS Singkat

Andi Sabar Ardiansyah - suaraPembaca
Senin, 15/03/2010 18:17 WIB
Jakarta - Pada 30 Agustus 2008 saya membeli kamera digital Canon IXUS 85 IS seharga Rp 2,861,100 di Electronic City Lippo Karawaci dan mendapatkan kartu garansi satu tahun sejak tanggal pembelian. Pemakaian baru berjalan enam bulan sudah terjadi kerusakan pada lensa (tidak bisa keluar dari casing-nya), dan dikirim untuk perbaikan ke Service Center Canon Datascrip Jl Angkasa No 18 BB Jakarta.

Perbaikan selesai pada bulan Maret 2009. Akan tetapi hanya berselang 10 bulan kemudian terjadi lagi kerusakan pada bagian yang 'sama' di bulan Januari 2010. Pada tanggal 30 Januari 2010 kamera dibawa kembali ke Service Center Canon Datascip.

Setelah dicek pada bulan Februari saya dikabari bahwa biaya perbaikan lensa adalah Rp 1,202,300 dan hanya akan diberi garansi satu bulan saja setelah tanggal perbaikan. Saya putuskan saat itu tidak jadi diperbaiki dan saya harus membayar biaya pembatalan servis sebesar Rp 110,000.

Sebagai konsumen saya merasa seperti sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sangat dirugikan oleh kualitas kamera Canon dan masih diharuskan membayar untuk menebus kamera yang sudah rusak tersebut.

Apakah sedemikian buruknya kualitas kamera digital Canon dengan masa pakai yang sangat singkat. Sungguh kualitas barang dan kualitas service yang sangat mengecewakan dari Canon. Terima kasih.

Andi Sabar Ardiansyah
Sutera Elok 6 No 11 Alam Sutera Serpong Tangerang
andi.ardiansyah@clariant.com
0812 8001640



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?