detikcom

Heran Apakah Astrido Daihatsu Akan Membiarkan Kasus Ini

David S - suaraPembaca
Senin, 22/03/2010 18:37 WIB
FOTO: /ilustrasi ist.
Jakarta - Saya Membeli mobil di Dealer Astrido Daihatsu Daan Mogot pada tanggal 20 Agustus 2009 dengan Sales bernama Hendro. Dengan perhitungan angsuran menggunakan cicilan bank.

Tetapi, ketika tiba waktunya saya diberitahukan bahwa Sales tersebut tiap tahun mendapatkan paket karyawan yang akan memotong angsuran saya sebesar 50 ribu. Dan, saya dipaksa memakai Astrido Finance dikarenakan paket tersebut hanya berlaku jika memakai Astrido Finance.

Mulanya saya tidak percaya. Tetapi, terus diyakini oleh Sales tersebut. Kemudian ditambah dengan dikeluarkannya surat dari Astrido Daihatsu yang berkop surat dan berstempelkan Astrido Daihatsu yang dikeluarkan oleh HRD yang bernama Rotua Junita Purba.

Beberapa hari kemudian saya diproses oleh Astrido Finance. Tetapi, ada selisih angsuran sebesar 2,070,000. Kemudian saya menghubungi sales tersebut dan diterangkan bahwa angsuran saya akan dikembalikan oleh Astrido Daihatsu sebesar 2,070,000 setiap bulannya dengan cara ditransfer ke rekening istri saya. Tetapi, setelah bulan ke-4 tepatnya awal Januari 2010 tiba-tiba saya diberitahukan oleh Astrido Finance bahwa sales yang bernama Hendro kabur.

Kemudian saya menghubungi Dealer Astrido Daihatsu Daan Mogot via telepon. Saya mempertannyakan perihal subsidi saya. Ternyata pihak Astrido Daihatsu Daan Mogot tidak memberikan subsidi dan saya diminta menemui Supervisor Marketing dengan Bapak Andi atau dengan Kepala Cabang Bapak Bely.

Besoknya saya ke Dealer Astrido Daan Mogot ditemui oleh Bapak Andi Widjaya dan dijelaskan bahwa saya dan beberapa orang lainnya tertipu dengan Sales bernama Hendro. Kemudian saya diminta menunggu oleh pihak Astrido. Beberapa hari kemudian saya kembali menanyakan perihal kasus tersebut. Tetapi, kembali dijawab kasus ini lagi dibicarakan ke Direktur Astrido.

Beberapa minggu saya menunggu tapi kasus ini belum diapa-apakan. Kemudian bulan Februari 2010 saya harus membayar cicilan. Saya kembali bertanya kepada Bapak Andi perihal cicilan saya dan Bapak Andi memberi solusi bagaimana jika saya dan Astrido Finance bertemu.

Kemudian tanggal 8 Februari 2010 saya bertemu dengan Asrido Finance dan Astrido Dealer yang dihadiri oleh Bapak Bely, Bapak Andi, dan Bapak Danang. Yang sangat kecewa ternyata saya tidak mendapatkan jawaban yang mengembirakan.

Akhirnya saya terpaksa membayar angsuran 6,470,000 dan kembali dijanjikan akan dikasih jawaban. Bapak Bely dan Bapak Andi minta waktu dua minggu untuk kasus saya tersebut. Tapi, setelah menunggu selama dua minggu tidak ada jawaban yang memuaskan.

Bapak Andi selalu memberi jawaban akan ditampung dan dibawa ke atasan. Tetapi, sampai saat ini tidak ada kejelasan. Bagaimana nasib 2,070,000 selama 31 bulan lagi. Padahal Sales tersebut sudah membuatkan surat yang berKop Surat Astrido Daihatsu. Tetapi, selalu dibilangnya oknum.

Saya jadi heran apakah Astrido Daihatsu akan membiarkan kasus ini begitu saya tanpa penyelesaian yang jelas. Jadi saya berharap jika membeli mobil Di Dealer Astrido Daihatsu Daan Mogot agar berhati-hati karena jika ditipu oleh Sales yang bekerja di sana maka tidak adanya pihak yang mau 'bertanggung jawab' dan selalu dijawab 'kami akan menampung semua masukan dari Bapak'.

Hanya itu yang diberikan oleh Dealer Besar Astrido untuk pelanggan. Saya sangat kecewa sekali oleh pihak Dealer Daihatsu Daan Mogot. Yang tidak mau bertanggung jawab dengan masalah ini. Terima kasih.

David S
Jelambar No 11 Jakarta
chi_chak_ok@yahoo.com
08161300651


(msh/msh)

Share:
Baca Juga



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?