detikcom

Deaktivasi Layanan SMS JN News untuk Bapak Triyandi Mulkan

Ricardo Indra - GM Corporate Communications - suaraPembaca
Jumat, 26/03/2010 14:46 WIB
FOTO: /ilustrasi ist.
Jakarta - Menanggapi surat pembaca Bapak Triyandi Mulkan pada detik.com mengenai layanan SMS JN News dapat kami sampaikan bahwa kami telah memberikan solusi dengan langsung melakukan deaktivasi layanan tersebut dan pihak JN News juga telah mengkonfirmasi penghentian pengiriman SMS. Mohon maaf atas ketidaknyaman ini.

Pelanggan Telkomsel dapat menikmati berbagai layanan mobile lifestyle seperti BlackBerry Internet Service (BIS), T-Cash Mobile Wallet, TELKOMSELFlash, TelkomselGO! (aplikasi   e-mail dan chatting), Telkomsel Pelindung Dataku, NSP1212, Full Track Download (FTD) untuk lagu melalui layanan www.langitmusik.com, Telkomsel Mobile Advertising, dan lain sebagainya.

Beragam informasi produk serta fitur layanan tambahan lainnya dapat diakses melalui layanan selfcare interaktif menggunakan menu browser, dengan cara menekan*116#
(simPATI dan kartuAS) dan *111# (kartuHALO) dari ponsel anda, atau e-mail ke cs@telkomsel.co.id dan CS ONLINE di website kami www.telkomsel.com.
 
Terima kasih atas kepercayaan Bapak menggunakan beragam layanan Telkomsel. Kepuasan pelanggan selalu menginspirasi kami untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan layanan ke depan.

Ricardo Indra
GM Corporate Communications
Telkomsel



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?