detikcom

Deaktivasi Layanan SMS JN News untuk Bapak Triyandi Mulkan

Ricardo Indra - GM Corporate Communications - suaraPembaca
Jumat, 26/03/2010 14:46 WIB
FOTO: /ilustrasi ist.
Jakarta - Menanggapi surat pembaca Bapak Triyandi Mulkan pada detik.com mengenai layanan SMS JN News dapat kami sampaikan bahwa kami telah memberikan solusi dengan langsung melakukan deaktivasi layanan tersebut dan pihak JN News juga telah mengkonfirmasi penghentian pengiriman SMS. Mohon maaf atas ketidaknyaman ini.

Pelanggan Telkomsel dapat menikmati berbagai layanan mobile lifestyle seperti BlackBerry Internet Service (BIS), T-Cash Mobile Wallet, TELKOMSELFlash, TelkomselGO! (aplikasi   e-mail dan chatting), Telkomsel Pelindung Dataku, NSP1212, Full Track Download (FTD) untuk lagu melalui layanan www.langitmusik.com, Telkomsel Mobile Advertising, dan lain sebagainya.

Beragam informasi produk serta fitur layanan tambahan lainnya dapat diakses melalui layanan selfcare interaktif menggunakan menu browser, dengan cara menekan*116#
(simPATI dan kartuAS) dan *111# (kartuHALO) dari ponsel anda, atau e-mail ke cs@telkomsel.co.id dan CS ONLINE di website kami www.telkomsel.com.
 
Terima kasih atas kepercayaan Bapak menggunakan beragam layanan Telkomsel. Kepuasan pelanggan selalu menginspirasi kami untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan layanan ke depan.

Ricardo Indra
GM Corporate Communications
Telkomsel



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?