detikcom

Menanyakan Annual Fee Kartu Tambahan Bukopin Visa

Andri Rizal - suaraPembaca
Jumat, 26/03/2010 15:42 WIB
FOTO: /ilustrasi ist.
Jakarta - Saya pemegang kartu Bukopin Visa Gold nomor 4211 6801 16XX 1XXX sejak tahun 2006. Selama ini cukup puas memilikinya walaupun ada sedikit kekecewaan dalam hal tertentu. Tapi, sudahlah.

Masalah yang menurut saya keterlaluan dimulai pada beberapa bulan yang lalu. Marketing dari Bukopin Card Center dengan gencar mempromosikan kartu tambahan dengan iming-iming free annual fee dan gratis back pack FIFA Piala Dunia untuk 2 kartu tambahan yang disetujui.

Awalnya saya tidak tertarik meskipun dihubungi beberapa kali. Akhirnya saya setuju untuk dibuatkan 1 kartu tambahan untuk istri saya dengan syarat free annual fee dan tidak mendapatkan back pack. Oke saya setuju.

Setelah menunggu sekian lama dan sempat menghubungi Call Center Bukopin menanyakan status aplikasi saya diminta menunggu 7 sampai 14 hari kerja. Oke saya masih bisa menerima walaupun harus dipingpong untuk tanya dari Call Center ke Card Center Bukopin.

Itu saja cukup menyita waktu dan emosi saya sejak verifikasi data sampai proses aktivasi kartu di mana saya harus menceritakan kronologi dari awal setiap saya menghubungi mereka. Puncaknya adalah pada saat saya menerima tagihan untuk bulan Maret ini.

Tertera fee annual fee untuk 1 kartu tambahan yang telah saya aktifkan. Bukan nilai nominal dari fee yang ditagihkan yang menjadi permasalahannya. Tetapi, etika dan profesionalisme Bukopin yang dengan mudah menawarkan dan membujuk dengan janji-janji tetapi berbeda dalam pelaksanannnya.

Tanggal 25 Maret langsung saya hubungi Call Center di 14005 dan laporan saya diterima dan saya harus menunggu 7 sampai 14 hari kerja untuk mengetahui hasilnya. Mereka mengaku tidak tahu ada promosi seperti ini dan akan diteruskan ke Card
Center-nya.

Jujur. Kali ini saya kecewa dengan pelayanan Bukopin. Mohon tanggapan dari Bukopin Card Center segera. Terima kasih.

Andri Rizal
Jl Anggrek I Pondok Hijau Permai Bekasi
emailarya@yahoo.com
081310509380



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?