detikcom

Untuk Perbaikan HP All in One Tidak Ada Stok Spare Part

Soegito - suaraPembaca
Selasa, 13/04/2010 12:03 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Tanggal 30 Maret 2010 saya membeli PC HP All in One. Setelah dicoba ternyata keluar suara mendengung dari speaker. Kemudian saya bawa ke tempat saya beli. Namun, hingga hari ini (12 April 2010) tidak jelas nasib barang yang saya beli. Ternyata setelah saya telusuri akhirnya saya ketahui bahwa PC HP All in One saya di-service ke HP Service Centre Kelapa Gading.

Akhirnya saya berhasil menghubungi HP Service Centre Kelapa Gading dan mendapat
jawaban kalau kerusakan pada mainboard. Dan, karena tidak tersedianya spare part pengganti (tidak ada stok) maka harus dipesankan ke vendor HP. Ketika saya tanyakan kapan bisa selesai saya mendapatkan jawaban belum tahu kepastiannya. Cukup kaget mendengar jawaban tersebut karena untuk produk yang sedang gencar gencarnya dipromosikan di setiap pameran komputer dan iklan di media cetak nasional ternyata jika terjadi kerusakan tidak tersedia spare part pengganti.

Cukup kesal mengalami ini semua karena awalnya memutuskan membeli produk dari merk terkemuka karena percaya akan nama besarnya ternyata malahan membuat saya tidak bisa memanfaatkan fungsi dari komputer yang saya beli sejak barang diterima. Belum lagi ditambah kerumitan birokasi layanan purna jual yang sangat membuang waktu, tenaga, dan biaya.

Yang cukup mengherankan saya adalah di outlet outlet HP maupun toko komputer atau pun
pameran komputer saat ini masih bisa dibeli PC HP All in One yang baru. Sedangkan untuk perbaikan tidak ada stok spare part atau unit pengganti.

Timbul pertanyaan begitu buruknyakah QC terhadap produk ini. Dan, terkesan HP Indonesia hanya serius menangani penjualan dan promosi pemasaran produknya dibandingkan keseriusan dalam layanan purna jual (dengan menyediakan cadangan spare part jika ada ada kerusakan).

Saat ini saya hanya bisa berharap semoga PC HP All in One saya yang lain tidak mengalami kerusakan karena jika terjadi kerusakan maka saya akan dibuat pusing tujuh keliling karena layanan purna jual yang mengecewakan. Membeli PC dari merk terkemuka bukan jaminan dapat pelayanan memuaskan.

Untuk pihak HP Indonesia saya hanya bisa pasrah menunggu bisa memanfaatkan produk yang saya beli. Sama seperti kesan yang saya terima dari jawaban setiap petugas HP yang saya hubungi. Sungguh ironis jika pihak HP pasrah tanpa tahu apa yang harus dilakukan. Bagaimana sikap seharusnya dari pemakai produk HP itu sendiri.

Semoga apa yang saya alami bisa diambil manfaatnya bagi semua pihak.

Soegito
Glodok Jaya Lt 3 Blok B 36/37 Jakarta
soegito@gmail.com
08161343842



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?