detikcom

Hati-hati Kalau Mendapat Kupon Berhadiah dari Kopi Torabika

Jillian - suaraPembaca
Jumat, 16/04/2010 15:41 WIB
Jakarta - Pada tanggal 15 April saya membeli kopi Torabika. Ternyata di dalamnya ada kupon kalau saya telah memenangkan satu unit mobil Daihatsi Xenia. Terdapat tiga kupon di dalamnya.

Saya ingin mendeskripsikan kupon yang pertama saja. Kupon kecil. Bergambar Mobil Daihatsu. Bertulisan SELAMAT ANDA MENDAPATKAN 1 UNIT MOBIL DAIHATSU XENIA, dan ada lambang TORABIKA, MAYORA, dan tulian PT TORABIKA EKA SEMESTA serta nomor telepon 021 3257 1118/4. Bahkan, ada tulisan HATI HATI TERHADAP PENIPUAN, dan di baliknya ada tulusan SURAT KEPUTUSAN, SURAT IZIN DAN SURAT KEAPASAHAN DARI KEPOLISIAN RI.

Ada juga SURAT KETERANGAN KEPOLISIAN, ada lambang GARUDA INDONESIA dan NO POL : SSK/25/XII/2009/SAT KK dengan tulisan Polda Metro Jaya bertanggung jawab penuh atas penyelenggaraan Promo ini, bla-bla-bla. Bahkan, ada lambang POLDA METRO JAYA dan tanda Rena lee: tanda tangan PT TORABIKA EKA SEMESTA, DRS AHMAD SULISTIO, SE, Kepala Polda Metro Jaya, Jendral Prof. WAHYONO Departemen Keunagan RI, Drs (tidakjelas) WIJIATMOKO (SCTV), dan Notaris EDY HARTAWAN, SE.

Semua ditulis dengan sangat menyakinkan. Saya tahu kalau ini penipuan. Karena, di bungkusan Torabika, ada tulisan kalau Torabika hanya menyediakan uang tunai langsung. Tetapi, saya mencoba menelepon ke nomor yang berada di kupon. Tidak ada yang mengangkat. Oleh karena curiga saya mencoba mencari info di internet, dan ternyata banyak orang yang mengalami hal yang sama.

Hati-hati kalau mendapat kupon berhadiah dari Torabika. Terima kasih.

Jillian
TPI 2 Jakarta Utara
jillian_weasley@yahoo.com



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%
Poling Index »

Siapakah yang Anda anggap benar dalam kasus APBD DKI 2015?