detikcom

BlackBerry Garansi Resmi TAM Tidak Buka di Hari Sabtu dan Minggu

Leo Fajar Kristono - suaraPembaca
Senin, 19/04/2010 08:34 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Pada tanggal 16 saya membeli BlackBerry 9700 Aka Onyx di Electronic Solution. Saya tertarik membeli Onyx tersebut karena mempunyai garansi resmi distributor yaitu garansi TAM dan iklannya di surat kabar saja sampai 1 halaman penuh.

Pada saat dicoba di rumah alangkah kecewanya saya bahwa Onyx tersebut tidak bisa membaca memory card. Di Electronic Solution disebutkan bahwa garansi toko tidak ada. Jadi kalau ada apa-apa dengan handset tersebut harap dibawa ke Service Center yang tertera di kartu garansi.

Keesokannya saya ke alamat yang tertera di kartu garansi. Yaitu di Roxy. Tetapi, alangkah kecewanya saya ternyata Service Center tersebut tidak ada. Menurut informasi Service Center digabung di Venera Service Center.

Kemudian saya ke Venera. Tetapi, alangkah kecewanya saya. Ternyata di tempat itu hanya terima barang saja. Lalu HP dikirim ke Sunter. Dan, menurut informasi Service Center tersebut tidak buka pada hari Sabtu dan Minggu.

Ternyata garansi resmi tidak jaminan barang berkualitas dan mempunyai purna jual yang baik. Terhadap calon pembeli hati-hati jika membeli BlackBerry garansi TAM. Lebih baik membeli di toko HP karena bisa langsung ditukar jika menemukan cacat produksi.

Leo Fajar Kristono
leo_fajar@bri.co.id
081519139391
Jln Taman Bahari 2 No 43 Depok



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
65%
Kontra
35%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?