detikcom

New Jupiter Z Belum Tiga Bulan Sudah Turun Mesin

Youke - suaraPembaca
Senin, 19/04/2010 12:00 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Jupiter saya belum ada tiga bulan sudah turun mesin. Padahal saya servis rutin di bengkel resmi dan pakai oli mesin Yamalube. Jangan-jangan produk baru ini belum teruji dan terlalu dipaksakan untuk dipasarkan.

Terus terang saya merasa dirugikan sekali karena pengeluaran jadi bertambah besarrrr. Mana lama sekali perbaikannya (info mekanik sekitar satu bulan).

Sebagai konsumen jelas saya dirugikan karena kesalahan murni dari pabrikan Yamaha. Seandainya motor Jupiter tersebut saya jual lagi pasti susah sekali lakunya karena sudah pernah turun mesin.

Bagaimana ini Yamaha. Anda telah merugikan saya tapi kok tidak ada tanggapan sama sekali padahal saya ini konsumen yang jelas-jelas sangat dirugikan. Terima kasih.

Youke
Dusun Unggahan RT004/RW007
Banjar Agung Puri Mojokerto Jawa Timur
youke_nia@yahoo.com
081335855562


(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?