detikcom

Petugas Parkir Senayan City Menanyakan Kartu Karyawan SCTV

Gemi Agung - suaraPembaca
Selasa, 20/04/2010 15:41 WIB
Jakarta - Hari Kamis tanggal 15 April 2010 sekitar pukul 14.20 saya hendak parkir motor saya di lantai B2 Senayan City tempat parkir motor. Namun, ketika hendak masuk area parkir motor saya ditahan oleh petugas parkir dan menanyakan kartu tanda pengenal karyawan SCTV.

Oleh karena memang saya bukan karyawan SCTV tentu saja saya tidak punya. Karena bukan karyawan SCTV saya dilarang parkir di sana dan diarahkan untuk parkir di luar. Tentu saja saya keberatan karena biasanya saya parkir di sana.

Kata petugas parkir tersebut aturan tersebut sudah berlaku sejak tanggal 1 kemarin. Kata petugas parkir itu pula seluruh area parkir motor di lantai B2 tersebut sudah dibeli oleh SCTV.

Saya tidak tahu apakah dimungkinkan untuk membeli area parkir di mal yang jelas-jelas untuk umum. Saya tidak tahu masalahnya ada di SCTV atau Senayan City atau perusahaan pengelola lahan parkir.

Namun, saran saya untuk SCTV, kalau mau area parkir yang private untuk karyawan yang tidak boleh dimasuki oleh umum, silahkan sewa atau beli atau bangun kantor sendiri dan tidak bergabung dengan mal yang berfungsi sebagai fasilitas untuk umum.

Gemi Agung
Jl J Buntu No 27 RT 006/012
Kebon Baru Tebet Jakarta Selatan
gemi.agung@gmail.com
0818956781



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?